Jumat, 18 April 2014

Masih membisu dalam serpihan kelabu...

Seberapa besar usahaku mencoba untuk bertahan, namun ternyata tetap saja daun kering ini gugur dan hancur berkeping-keping. Padahal sudah berkali-kali fikiran rasionalku menguatkan tekad, namun tetap saja hati ini lagi-lagi tak pandai berdusta. Semua hilang, semua lepas, semua hancur dan tak bersisa, hanya karena sebuah tetesan bening yang mengalir dari sudut jendela jiwa. 

Aku memang lemah, selalu kembali harus merasa terganggu pada permasalahan yang tak begitu penting dan selalu saja mengeluhkan segala keadaan. Padahal, beberapa waktu yang lalu, aku cukup bahagia karena telah cukup mampu menata hati dan fikiranku agar berjalan selaras dan seimbang. Namun, entah mengapa, fikiran-fikiran negatif itu kembali terbersit dalam benakku dan menari-nari dalam kepalaku. 

Aku tergoda, tergoda untuk mengikuti alur cerita yang ditawarkan bayangan-bayangan semu itu. Aku tergoda untuk ingin kembali mencicipi rasa mereguk anggur merah penuh kepalsuan itu. Aku tergoda untuk menyusuri dan mencari kenyataan sebenarnya dibalik kilasan-kilasan fatamorgana itu. Hingga akhirnya, dengan bodohnya aku pun mengikuti semua alur ceritanya dari awal hingga akhir. Lalu di akhir cerita, akulah yang pada akhirnya kembali harus  menderita, karena memang segalanya hanyalah fatamorgana dan  sebuah kepalsuan belaka.

Ini bukan cerita tentang aku menikmati suatu kisah, tapi ini adalah kisahku. Ini adalah cerita tentang hidupku. Hidupku yang tak pernah lurus menembus waktu, hidupku yang selalu penuh lika-liku, dan hidupku yang selalu ku isi dengan hal-hal yang menjadikanku berfikir bahwa hidup ini tak seindah yang pernah kudengar dan kulihat di masa kecilku. Ya, tapi lagi-lagi semua memang hanya karena sebuah persepsi. Persepsiku sendiri dalam meyikapi kehidupan ini.

Dan hari ini, kesabaranku harus kembali diuji. Penerimaan itu masih belum seutuhnya sempurna. Masih ada sebuah pamrih di dalam sanubari yang masih belum mampu terlepaskan. Ya, sebuah pengharapan. Harapan semu itu masih melekat erat disana, masih enggan untuk meninggalkan persemayamannya yang nyaman di sudut relung jiwaku. Dan aku dengan bodohnya masih saja membiarkan kepongahannya merajaiku. Masih saja menggenggam bara yang jelas-jelas tahu hanya akan membuat diriku terbakar jika tak membuangnya dan melepaskannya dari tanganku.

Haahhh...
Ternyata tidak semudah itu. Ibarat berjalan disebuah lorong yang gelap dan hanya ditemani sebuah lilin yang hampir habis. Pilihanku hanya ada dua, pertama membiarkan lilin itu tetap menyala agar dapat menuju ujung jalan dengan temaram cahaya, walau  itu berarti membiarkan tanganku terluka dan terbakar terkena lelehan lilin yang melukai telapak tangan serta jari-jemariku. Atau membiarkan lilin itu padam dan membuangnya, namun resikonya aku akan diselimuti kegelapan sepanjang jalan dan meraba-raba untuk melanjutkan perjalanan.

Tidak ada yang menyenangkan memang. Tapi memang setiap pilihan selalu dengan resikonya masing-masing. Dan dalam kehidupan, sayangnya tidak ada istilah 'GOLPUT'. Kau tetap harus memilih. Apapun resikonya, hidupmu tetap akan terus berjalan dan waktumu tetap akan terus berlalu. Jadi, mau tidak mau, siap ataupun tidak siap, kau tetap harus memilih. Memilih untuk melanjutkan hidupmu atau tetap berdiri di zona hampa waktu dan terkungkung dalam kenangan keindahan semu bak fatamorgana dari masa lalumu...

Kamis, 17 April 2014

Cinta adalah kecocokan jiwa...

Cinta adalah kecocokan jiwa...

Cinta bukanlah tentang sebuah pendekatan sebulan dua bulan atau setahun dua tahun atau bahkan untuk waktu yang cukup lama...
Cinta juga bukanlah sebuah kebetulan-kebetulan yang tanpa sadar dipaksakan ada...
Cinta adalah tentang komunikasi antara dua jiwa...
Bahkan tanpa harus melakukan pendekatan yang cukup lama, dan tanpa harus melakukan hal-hal yang mengesankan untuk menarik perhatian...
Ia tetap akan datang menghampirimu, tanpa kau sadari...
Dan dua jiwa yang merasa cocok akan berkomunikasi satu sama lain dalam kebisuan...
Dan tanpa basa-basi rumit, kebersamaan itu terjalin dengan mudah seperti air yang mengalir dari pegunungan...

Ya. Sekali lagi, cinta itu bukan dibangun dari sebuah hal yang saling mengesankan dan mengagumkan...
Tapi cinta terbangun tanpa sadar dari dua buah jiwa yang saling menemukan tanpa dilatar belakangi alasan apapun...


Cerita tentang 'Prasangka'

Hidup itu indah atau susah, semua hanya tergantung pada persepsi kita dalam memandang kehidupan. Saat kita mengkotakkan sesuatu hal pada sudut pandang tertentu, maka seperti itulah dunia yang akan kita peroleh. Karena, tanpa kita sadari tubuh kita memiliki sebuah gelombang yang akan menstimulus segala prasangka kita terhadap suatu keadaan dan menjadikan otak kita percaya bahwa keadaan itu nyata terjadi seperti yang kita prasangkakan.

Makanya, hampir setiap motivator-motivator di seluruh dunia selalu mengatakan untuk berfikir positif dan percayailah hal-hal yang baik. Karena memang pada dasarnya, alam bawah sadar kita merespon segala bentuk prasangka apapun dan menstimulus otak untuk mempercayainya.

Bahkan, dalam Al-qur'an dan Hadist, Allah pun telah menyinggung-nyinggung tentang dampak prasangka ini. Dalam Al-qur'an ada sebuah ayat yang beriisi ajakan untuk selalu ber-khuznudzon (berprasangka baik) dan ajakan menghindari su'udzon (berprasangka buruk) <'kebetulan lupa surat dan ayat berapa, hehehe'>. Nah, hal ini tidak mungkin terjadi secara kebetulan. Semua pasti ada alasannya, mengapa Allah sampai menurunkan berapa ayat yang khusus membahas tentang 'prasangka' ini.

Ya. Jawabannya karena, ternyata setelah dikaji secara ilmiah, tubuh dan otak kita selalu merespon tiap-tiap prasangka yang timbul dari dalam benak kita. Sebagai contoh, misalkan ada dua orang yag sedang berjalan di jalan yang sama, dan mereka melihat sebuah hal yang sama, maka setiap hal yang saat itu mereka fikirkan akan menstimulus otak mereka untuk mempercayai bahwa hal itu memang benar-benar terjadi. 

Misalnya orang pertama menyimpulkan, bahwa jalan yang mereka tempuh itu sangat menyenangkan, penuh pemandangan indah, udara yang sejuk, alam yang masih asri dan alami serta berbagai sudut pandang positif lainnya. Nah, dari prasangka ini otak akan merespon bahwa segala hal yang  sedang ia kerajkan sesuai dengan yang sedang ia rasakan dan keadaan itu seolah-olah memang nyata sedang terjadi. Hal ini terbukti dari sikap dan perilaku orang pertama tersebut selama perjalanan. Ia pasti akan cenderung lebih semangat, antusias dan tidak merasa berat dalam menempuh perjalanannya sampai jalan itu berakhir.

Berbeda halnya dengan orang kedua, yang misalnya ia menyimpulkan, bahwa itu merupakan perjalanan paling membosankan dan menjengkelkan yang pernah ia lakukan selama hidupnya, sudah daerahnya terpencil, jauh dari keramaian, tidak ada kendaraan umum, jalanan becek, terjal dan berbatu, penuh duri serta ilalang, bau kotoran ternak yang menyengat, kotor, jorok, dan berbagai keluhan-keluhan dan sudut pandang negatif lainnya. Maka otakpun akan menstimuluskan kondisi yang sama ke seluruh anggota tubuh. Tubuh akan merespon seolah-olah apa yang ia fikirkan tentang kedaan itu benar-benar nyata dan sama dengan apa yang sedang ia rasakan. Alhasil, selama perjalanan itu ia hanya menghasilkan keluhan-keluhan dan fikiran-fikiran negatif akan semua hal disekelilingnya, sehingga ia pun merasa berat meneruskan perjalanannya, dan merasa sangat tersiksa dalam menapaki perjalanannya dijalan tersebut.

Nah, sebegitu besarnya ternyata dampak dari sebuah persepsi atau prasangka itu. Benar-benar mampu merubah dunia kita dari sisi minus ke sisi positif dan juga sebaliknya. Semua hanya tergantung pada sudut pandang kita dalam menyikapinya. Dan, Allah tahu hal tersebut, karena memang Allah-lah pencipta kita. Maka dari itu, sudah sejak berabad-abad silam Allah mewanti-wanti umat manusia agar ber-prasangka baiklah terhadap apapun yang ada di dunia ini. Baik itu kepada sesama manusia (orang lain), kepada suatu keadaan tertentu, kepada suatu hal atau benda, dan sebagainya.

Karena, pada akhirnya kita jugalah yang akan memperoleh manfaat dari semua perilaku-perilaku baik yang kita peroleh dari sudut pandang kita yang baik pada setiap hal. Dan pasti tentunya kita pulalah yang akan menanggung derita dan siksaan akan keadaan yang tak menguntungkan yang kita peroleh akibat sudut pandang kita yang salah dalam menyikapi segala hal yang ada.

Sebagaimana firman Allah, "Aku sesuai prasangka hambaku" (lupa surat sama ayatnya >.<),
serta di firman lainnya Allah mengatakan "Karena sebagian dari prasangka adalah do'a" (lupa lagi, hehe) ^_^

Jadi, berprasangka baiklah terhadap segala hal. Selain agar tubuh kita merspon stimulus baik ke otak dan membuat energi-energi negatif yang terperangkap didalam fikiran dan tubuh kita lepas, juga agar Allah menganggap itu adalah sebuah do'a  dan mudah-mudahan Allah pun mengabulkannya. Karena do'a-do'a yang baik, Insya Allah akan dengan mudah dan cepat Allah kabulkan...

Nah, setelah tahu hal ini, masihkah kita berani untuk berprasangka yang tidak-tidak???
Wallahu'alam... :) semua kembali kepada pribadi masing-masing...

Rabu, 16 April 2014

Tipe Kepribadian ESTP


Nah, ini adalah deskripsi dari Tipe Kepribadian ESTP , berdasarkan hasil tes MBTI.
The Doer
ESTP adalah orang memikirkan apa yang terjadi saat ini, mencari yang terbaik dalam hidup, ingin berbagi dengan teman-teman mereka. ESTP ini terbuka untuk dalam berbagai situasi, dapat berimprovisasi untuk mewujudkan hasil yang diinginkan. Mereka adalah orang yang aktif yang ingin memecahkan masalah mereka bukan hanya mendiskusikannya.
ESTP adalah yang paling mahir mempengaruhi orang lain. Mempromosikan adalah seni baginya. Mereka adalah seorang yang penuh aksi. ESTP tahu semua orang yang penting dan segala sesuatu yang perlu dilakukan karena mereka sangat pandai, selalu mengetahui di mana kegembiraan dan tindakan. Mereka suka memanjakan diri dalam hal-hal yang lebih baik dalam hidup dan untuk membawa orang lain bersama mereka. Tujuan mereka dalam hidup adalah untuk menjual diri dan ide-ide mereka kepada orang lain. Mereka mudah mendapatkan kepercayaan orang lain.
ESTP adalah orang yang antusias dan bersemangat, Mereka bersedia untuk terjun langsung ke hal-hal yang dapat membuat tangan mereka kotor. Mereka memikirkan saat ini, disini dan sekarang. Mereka melihat fakta-fakta dari situasi, dengan cepat memutuskan apa yang harus dilakukan, melaksanakan tindakan, dan beralih ke hal berikutnya.
ESTPs memiliki kemampuan luar biasa untuk melihat sikap masyarakat dan motivasinya. Mereka menangkap isyarat kecil, seperti ekspresi wajah dan sikap. ESTP menggunakan kemampuan mereka untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan dari sebuah situasi. Jika ESTP telah memutuskan bahwa sesuatu perlu dilakukan, maka mereka “melakukannya dan langsung saja”tidak terlalu memusingkan aturan. Namun, ESTP cenderung memiliki keyakinan sendiri yang kuat tentang apa yang benar dan apa yang salah, ketabahan akan menempel pada prinsip mereka.
ESTP memiliki bakat yang kuat untuk drama dan gaya. Mereka bergerak cepat, cepat berbicara pada orang yang memiliki penghargaan terhadap hal-hal indah dalam hidup. Mereka mungkin lebih boros. Mereka biasanya sangat baik menceritakan cerita dan melakukan improvisasi. Mereka biasanya membuat hal-hal semau mereka, bukan tunduk pada rencana.
Mereka suka bersenang-senang, dan menjadi orang yang menyenangkan. Mereka kadang-kadang bisa menyakiti orang lain tanpa menyadarinya, karena mereka umumnya tidak tahu dan mungkin tidak peduli tentang efek kata-kata mereka terhadap orang lain. Bukan karena mereka tidak peduli tentang orang-orang, itu karena mereka tidak terlalu memusingkan perasaan orang. Mereka membuat keputusan berdasarkan fakta dan logika.
Ringkasan: Fleksibel dan toleran, mereka mengambil pendekatan pragmatis difokuskan pada hasil sesegera mungkin. Mereka ingin bertindak penuh semangat untuk memecahkan masalah. Fokus pada di sini dan sekarang, spontan, menikmati setiap saat. Nikmati kenyamanan materi dan gaya. Belajar dengan baik bila dengan praktek.
Keywords: Wirausaha, manajemen krisis, menjual dan mempromosikan, beradaptasi, mengambil risiko.
Karir pekerjaan: Pemasaran, perdagangan, penjualan, manajer usaha kecil, penegakan hukum.
 sumber :

...Hidupmu hanya sebesar isi Kepalamu...

Kehidupan itu ternyata memang hanya sebesar dan sesempit pola pikir kita. Manusia yang terbiasa hidup dalam kungkungan sebuah persepsi tertentu, pasti hanya akan menganggap kehidupan sebesar apa yang ia persepsikan. Ibarat katak yang berada dalam sebuah kolam yang kecil dengan bibir kolam yang tinggi menjulang sehingga tak memungkinkan baginya melompat keluar, tentu akan beranggapan bahwa dunia tempat ia hidup hanya sebesar kolam tersebut, tak lebih dan tak kurang. Interaksi sosial yang dapat ia lakukan pun hanya berkisar pada jumlah interaksi yang dapat ia lihat, ia lakukan, dan ia rasakan di lingkungan kecilnya.

Berbeda halnya dengan burung yang tinggal disebuah pohon yang tinggi menjulang, dimana ia dapat melihat seluruh sisi dunia dari ketinggian. Maka, ia pun akan berfikir bahwa dunia itu sangat luas. Seluas penglihatan yang ia lihat dan yang tersimpan di memori nya. Interaksi sosial yang dapat ia lakukan pun beragam. Tak terbatas pada satu komunitas tertentu saja. Namun, seluas apa yang dapat ia temukan, yang dapat ia lihat, dan yang dapat ia rasakan di berbagai lingkungan yang disinggahinya.

Itulah mengapa, luas dan kecilnya dunia ini hanya ditentukan oleh segumpal syaraf-syaraf yang ada didalam kepala kita. Ya, sebuah persepsi. Persepsi yang salah, dapat membuat kita menjadi manusia dengan pemikiran yang paling kerdil dan kecil. Namun, persepsi yang luas akan membuat wawasan kita pun luas. Kita akan memiliki kehidupan yang lapang dan lepas dari ketergantungan akan persepsi siapapun. Dan mampu berfikir bebas dan kritis, serta dapat mengendalikan emosionalnya dengan baik. Orang-orang seperti inilah yang biasanya disebut sebagai orang-orang yang mampu,

"Out of the Box"

Keluarlah dari kotak persepsimu terhadap suatu dan setiap keadaan., dan terbanglah tinggi. Lihatlah, betapa sebenarnya dunia itu lebih luas dari apa yang selama ini kau ketahui...

Bukankah Allah pun telah berkata, bahwa
"Diatas langit, masih ada langit" ^_^

So, Out of the your Box guys... :D


Selasa, 15 April 2014

Sebuah kisah tanpa nama...

Saatnya ku berlalu, meninggalkan segala kenangan yang pernah terukir tentangmu. Kau memang hadiah terindah yang pernah Allah titipkan dalam kehidupanku. Sebuah kisah sarat makna yang tak akan pernah mampu aku lupakan meski waktu mengikis usiaku. Pelajaran-pelajaran kehidupan yang amat sangat berharga, banyak kutemukan dari setiap penggalan-penggalan kisah kebersamaan kita. Tak lama memang, tapi sungguh amat dalam dan bermakna. 

Kau seperti sebuah bintang yang bersinar dengan amat terangnya, membuatku silau dan bahkan terkadang tak mampu melihatmu meski dari kejauhan. Kau bak rembulan purnama yang selalu dirindukan para pujangga-pujangga untuk mengisi syair-syair mereka dari rekahan senyummu yang menawan. Hahaha, aku mungkin terlalu melebih-lebihkan. Tidak kok. Kamu biasa-biasa saja. Ya, seperti yang pernah kau katakan, terkadang orang terlalu melebih-lebihkan pandangan mereka tentangmu. Tapi, terkadang ada benarnya juga. Sosokmu memang seperti sebuah karang ditengah lautan yang terjal dan dalam namun menyimpan pesona dan keindahan yang ingin direngkuh semua orang. Ini memang hanya persepsi pribadiku tentangmu. Bagiku, kau itu seperti sebuah rak buku berpintu tertutup dan telah penuh dengan buku-buku yang tersusun dengan rapi dan rapat. Sehingga sebagian dari orang, hanya mampu melihat sosokmu dari luar saja dan mempersepsikan sudut pandang mereka tentangmu berdasarkan apa yang mereka lihat. Padahal, jika mereka melihat lebih dalam, mungkin mereka akan terkejut saat tahu siapa sebenarnya dirimu dan bagaimana sosok aslimu yang sesungguhnya. ^_^

Namun sayangnya, kau memang memiliki kepribadian yang cenderung tertutup, dan hanya terbuka pada beberapa orang tertentu saja. Hal ini mungkin merupakan salah satu faktor yang menyebabkan pesonamu kian meningkat dimata orang-orang yang melihatmu dari kejauhan. Hahaha, tapi aku tahu, memang itulah yang kau inginkan. Ya, kusadari jiwamu memang menyukai kepopuleran. Walau mungkin tanpa sadar sikap dan setiap hal yang kau lakukan menarik perhatian banyak orang. Tapi memang seperti itulah adanya dirimu. Dan itu yang kukagumi. Banyak hal yang dapat aku pelajari dari pertemuan-pertemuan singkat kita. Dari beberapa kali kebersamaan yang pernah ada. Ada satu hal yang hingga kini benar-benar membekas di dalam benakku.

Semangat juangmu yang pantang menyerah itu. Yaa. Semangatmu!. Semangatmu itu benar-benar mampu membiusku. Menaklukkan segala kemalasan dan segala keluhan-keluhanku. Aku benar-benar seolah terbius oleh segala rutinitas kesibukanmu. Memperhatikan seluruh aktifitasmu dari kejauhan menjadi hobby baru bagiku kala itu. Hahaha, konyol memang. Tapi seperti itulah adanya. Bagiku, cukup dengan melihatmu sepintas dari tempat teraman yang tak dapat kau sadari, itu sudah lebih dari cukup untuk membuat seluruh hidupku hari itu dipenuhi bunga-bunga berwarna-warni yang tiba-tiba saja muncul dan memenuhi sekelilingku sepanjang mata memandang. Hahaha, lagi-lagi lebay :D

Tapi ini serius. Karaktermu yang satu itulah yang selama ini aku amati dan diam-diam aku tiru. Ya, kau adalah sosok yang tanpa kau sadari memberiku banyak arti dan inspirasi mengenai cara menyikapi kehidupan. Aku jadi memiliki sudut pandang yang jauh lebih luas dan bebas. Fikiranku tak lagi terkungkung dalam suatu atau sebuah persepsi tertentu saja dalam menyikapi banyak hal. Pola fikirmu yang fleksibel itulah yang membuat mataku terbuka lebar akan dunia baru yang selama ini tak pernah kutemui dalam hidupku. Kau memberiku sudut pandang baru dalam menyikapi kehidupan. Ya, maka dari itu, bagiku, pertemuan ini begitu berharga...

Aku kini jadi tahu, betapa indahnya arti dari sebuah perjuangan itu. Arti dari sebuah pemberian tanpa pamrih yang tak mengenal imbalan. Semua hal tentang penerimaan dan keihklasan tanpa batas, serta contoh nyata tentang bagaimana menjadi manusia yang berguna dan produktif. Semua itu ada dalam dirimu. Dan aku pelajari, aku amati, perlahan-lahan aku tiru dan kujadikan sesuai karakterku. Dan kini, aku benar-benar merasa sangat bahagia dengan segala hal yang telah aku lalui dalam hidupku. Semenjak pertemuan kita, banyak sekali perubahan-perubahan berarti dan menjanjikan kebaikan terjadi dalam hidupku. Walau memang kebersamaan kita tak seberapa lama, tapi efek yang kau timbulkan dari riak gelombang interaksi kita begitu besar pengaruhnya bagi kehidupan masa depanku. ^_^ Terima kasih telah menyempatkan hadir dan singgah dalam hidupku.

Puji syukur dan beribu terima kasih pun tak henti-hentinya kuhaturkan pada sang Maha pembuat rencana. Lagi-lagi, aku diberi kejutan tak terduga. Lagi-lagi, aku diberi hadiah berharga yang tak pernah kusangka-sangka. Dan lagi-lagi, takdir berhasil membuatku terkesima untuk kesekian kalinya...
Hahaha, sungguh dibalik kesulitan selalu ada dua kemudahan yang akan Allah berikan ^_^

Kalau kata bu Endang Budiasih, "Mungkin ini adalah jawaban dari do'a-do'a may selama ini, yang mungkin saja tanpa may sadari, dahulu may pernah memunajatkanya"...
kalau iya sih, Aaaamiiiiiiinnnn ^_^ hehehe...

Selasa, 08 April 2014

Menerima itu tak sesulit yang terlihat...

Kalau saja aku menyadari lebih awal, bahwa setiap manusia memang memiliki karakter2 yang berbeda. Mungkin ceritanya akan lain...

Semua berawal dari ketika aku mengenalnya. Kehidupanku seolah berputar lebih cepat dari biasanya. Aku menemukan banyak kejutan-kejutan kecil di setiap titian langkahku dalam menapaki lika-liku perjalanan ini. Ada banyak pengalaman-pengalaman berharga yang dapat aku simpan sebagai bekal di masa mendatang...

Yaa. Sebuah kebersamaan singkat yang ternyata mampu meninggalkan sebuah lukisan sejarah yang cukup hebat dalam hidupku. Tuhan memang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dan Maha sebaik-baiknya pembuat rencana. Semua memang seolah seperti sebuah kebetulan, Yaa, sebuah kebetulan yang menabjubkan. Pertemuan yang tak pernah disangka-sangka dan perkenalan yang tak terduga. Hal itu menjadi torehan awal kisah singkat ini mulai menarikan tintanya di lembah kehidupanku...

Sebenarnya, tanpa disadari, sudah setahun lamanya kita berada dalam sebuah naungan yang sama. Bahkan ternyata, benar-benar tanpa disadari, dahulu kita  amat sangaat dekat jaraknya. Namun anehnya, aku benar-benar tidak mengenalnya. Sunguh. Padahal, jarak itu benar-benar sangat dekat. Deekaaatt sekaliiiii...

Namun, sebuah perpisahan sendu dan mengharukan menyadarkanku tentang keberadaanya. Yaa, dimulai dari berbagai ruang lingkup yang dilakoni bersama dan selalu ditempatkan di sistem yang sama, hingga pada akhirnya aku mengenal sosoknya dan menerima kehadirannya dalam listing orang-orang yang bisa aku ingat di hidupku...

Tanpa terasa, Satu semester pun berlalu. Perkenalan itu berubah menjadi sebuah persahabatan yang menyenangkan. Berbagai banyak cerita dan pengalaman unik telah terukir dalam setiap untaian kisah yang kita rangkai bersama. Lecutan-lecutan semangat selalu timbul dari dadaku tatkala mendengar cerita-ceritanya tentang sisi-sisi lain kehidupan yang tak pernah aku ketahui sebelumnya...

Yaa. Dia seolah seperti sebuah jendela yang besar, dimana dibalik jendela itu terdapat sebuah dunia berbeda yang selama ini tidak pernah kujumpai dalam hidupku. Wawasanku selalu bertambah saat berbagi diskusi atau hanya sekedar bercengkrama kecil dengannya. Mimpi-mimpiku mulai menggunung dan semangatku berangsur-angsur timbul dan bertekad untuk berjuang mewujudkannya...

Namun, waktu bagiku berjalan begitu cepat. Kebersamaan yang singkat ini terasa telah memberi banyak arti dalam hidupku. Kisah kecil yang tak sampai menembus angka tahunan ini telah mampu menorehkan sebuah kenangan dan pengalaman yang sangaat berharga bagi masa depanku. Aku cukup beruntung. Dan sangat bahagia dengan takdir yang tersurat dalam hidupku. Tuhan benar-benar jitu dalam memposisikan sesuatu sesuai kadarnya...

Terakhir, perjalanan ini terhenti saat kebersamaan ini sudah tak lagi sesempurna sebelumnya. Persahabatan ini mulai melenceng ke jalan yang tak seharusnya. Hingga akhirnya Tuhan memutuskan untuk memisahkan kami dengan cara-Nya. Sungguh sebuah cara yang jitu dan mengagumkan. Aku benar-benar seolah menjadi pemeran utama dalam drama kehidupanku. Semua memang serba kebetulan. Aku benar-benar terkagum-kagum dengan semua hal yang telah terjadi dihidupku. Alangkah eloknya skenario takdir yang telah Allah torehkan di lauhul mahfuz sana. Semua jitu, tepat sasaran, sesuai dengan porsinya dan tanpa cacat, serta yang pasti selalu dengan cara yang unik dan tak pernah terduga...

Aku menemukan banyak sekali lecutan-lecutan semangat disini. Sebuah kisah berharga yang sengaja Tuhan titipkan dalam kehidupanku untuk kupelajari dan ambil hikmahnya. Aku dapat menjadi pribadi yang benar-benar berbeda dari yang sebelumnya. Sosok impian yang selama ini aku dambakan, kurasa kini bukanlah hanya sekedar impian anak ingusan untuk menggapai bulan. Sebagian impian-impian itu kini mulai terwujud satu persatu...

Ya Tuhan, Sebanyak apapun aku bersyukur pada-Mu, kurasa sampai kapanpun tak akan pernah mampu sebanding dengan apa yang telah Engkau berikan padaku...

Dalam syukur yang teramat dalam, kuabdikan diri ini sepenuhnya hanya untuk-Mu ya Rabb...
Walau diri ini banyak cacatnya dan tak pernah punya malu untuk selalu bergantung pada-Mu, tapi aku percaya, hanya dijalan-Mu lah aku akan tetap selalu bahagia dan tak pernah berujung kecewa... ^_^