Kamis, 21 November 2013

Money Politik..?? 'itu bukanlah sebuah omong kosong'

Sudah tidak asing lagi ditelinga kita semua tentang masalah money politik. Bagaimana tidak, sekarang bahkan hal ini sudah menjadi trend dikalangan elit politik indonesia. Bahkan dari hal yang terkecil sekalipun sampai hal besar dan berskala internasional. Sekarang hal yang dahulunya tabu ini sudah tak lagi menjadi hal memalukan untuk dilakukan, bahkan terkadang sebagian orang merasa bangga jika dengan terang-terangan diiming-imingi uang untuk mengsukseskan tujuan suatu kedudukan.
Jika sudah demikina, siapakah yang sebenarnya akan dirugikan?
Jawabannya hanya satu. Rakyat. Tak pelak lagi, memang hanya kitalah yang berperan penting dalam mengsukseskan cara kotor ini. Dan cuma hanya kitalah yang berperan penting juga untuk menghancurkan praktik pembodohan ini.
Bayangkan, jika kedudukan-kedudukan pengsejahteraan rakyat dipegang oleh orang-orang yang diawal sudah mengiming-imingi kita dengan materi untuk mendapatkan kekuasaan, tidak mustahil saat sudah menjabat hanya akan menghabiskan waktunya untuk menikmati kejayaannya sendiri tanpa memikirkan nasib rakyat yang sengsara dan terinjak-injak oleh kekuasaanya. Toh, rakyat telah di bayar pada awalnya, jadi konsekuensi dong dengan keadaan yang sekarang karena mau memilih pemimpin, hanya karena bayaran beberapa rupiah saja. 
Sebagai mahasiswa misalnya, di tingkat tertinggi kita akan di hadapkan pada pemilihan pemimpin untuk kampus yaitu pemilihan Presiden Mahasiswa. Disini peran kita sebagai rakyat atau sebagai keluarga besar mahasiswa, sangatlah penting dalam menentukan seorang pemimpin yang mampu membawa perubahan kearah positif untuk kampus tercinta ini. 
Sosok pemimpin yang benar-benar mampu mengemban amanah dengan sebaik-baiknya, sosok yang benar-benar kompeten di bidangnya, dan sosok yang benar-benar mampu menjalankan perannya dengan benar dan tidak menyimpang dari jalur yang seharusnya. Disini kita khususnya mahasiswa harus mampu memilih dengan cerdas dan jeli. Siapakah sosok yang benar-benar mengemban amanah dengan cara yang jujur, dengan jalan yang baik, dengan tujuan yang mulia dan mampu memberi bukti bukan hanya janji. Karena, jika diawal saja sudah menempuh jalan yang salah, maka didepan sana akan banyak onak duri dan jurang - jurang besar sebagai bagian dari perjalanan. Namun, jika diawali dengan suatu kebenaran dan kejujuran, rata-rata jalan lurus akan membentang indah di depan sana. Begitu pula lah kepemimpinan yang akan diemban oleh calon pemimpin kampus kita nanti. 
Jika memang seseorang itu memiliki niat kuat yang bersih untuk memajukan kampus, ia akan mewujudkan impiannnya dengan jalan yang benar dan bersih pula. Namun, jika dari awal memang tidak memiliki niat yang bersih dan benar, kemungkinan akan menghalalkan segala cara agar tujuannnya itu dapat tercapai.
Jadi, sebagai rakyat atau keluarga besar mahasiswa Telkom Engineering School, nasib kita, nasib saudara-saudara kita, dan nasib kampus kita, ada ditangan kita semua, selaku mahasiswa TES. Mari suskeskan PEMIRA besok dengan memilih pemimpin selanjutnya secara cerdas dan jeli :)

Sabtu, 09 November 2013

Dampak Mengerikan Dibalik Pornografi

Share dari tulisan salah seorang ikhwan di Kaskus….

Baca sampai akhir gan, bikin merinding

Sering kita dengar kalau Bahaya Pornografi itu adalah merusak otak, mengacaukan pikiran, membuat malas. Just it ??? Ahhhhhh….. saya belum merasa belum puas dengan semua penjabaran itu. Saya butuh yang lebih ekstrim penjabarannya. Setelah mencari – cari beberapa referensi dan mendengarkan ceramah orang, yang tak kunjung menghilangkan dahaga penasaran itu,…… akhirnya saya sekarang tahu Bahayanya Pornografi Bagi Siapapun pecandunya ! Dan sekarang saya ingin berbagi kepada anda.

Saya yakin penjabaran saya akan menjelaskan secara krusial, intinya bahaya pornografi itu apa !

Jadi saya mohon banget perhatian anda sebentar !

Jadi kalau lagi chatting sambil ngakak-ngakak, lagi facebukan untuk ngomentarin status-status teman, lagi download lagu dan film, atau lagi ngeliat-ngeliat gambar…. Plise………. STOP dulu !!!

Baca artikel ini sampai selesai. Baru anda boleh melanjutkan kegiatan anda tadi. Oke ???

Kita Mulai !!!

Pada hari Jumat 1 Oktober 2010 saya mengikuti seminar sehari yand diadakan oleh Yayasan Kita & Buah Hati yang ”dikomandani ” Ibu Elly Risman ,Psi . Pembicaranya adalah : Ibu Elly Risman,Psi dan Dr. Randall F. Hyde,Ph.D

Dr. Randall F. Hyde,Ph.D adalah seorang psikolog senior di negara Amerika sana. Sedangkan Ibu Elly Risman,Psi adalah pakarnya parenting di Indonesai ini.

Pembukaan:

Dia (Dr. Randall F. Hyde,Ph.D) berkata :

”percayalah pornografi adalah suatu bencana yang kami sendiri ( maksudnya negara Amerika sendiri ) keteteran . Negara kami dapat mempersiapkan perang, dengan senjata dan tentara. Negara kami bisa menghadapi penyakit dengan temuan obat – obat dengan penelitian ilmuwan kami.  Tapi untuk pornografi…percayalah…. pada awalnya kami tidak siap dan tidak tahu cara apa yang harus dilakukan untuk melawannya. “

Oia, merebaknya pornografi di Amerika pada saat sekarang, sudah jauh berkurang dibandingkan 20 tahun silam.

Ya ! anak – anak di Amerika sana serta remaja -remaja disana dilanda pornografi 20 tahun lalu. Waktu lagi parah – parahnya banget. Sekarang bisa dikatakan sudah sembuh untuk ukuran penyakit satu negara. Kalau negera kita Indonesia, sekarang inilah yang lagi merebak – rebaknya !

”Maka dari itu saya (Dr. Randall F. Hyde,Ph.D) datang kesini, karena saya ingin ikut dalam upaya pembersihan pornografi di negara kita ini. Karena negara kamipun pernah dilanda bencana ini. Dan itu sangat mengganggu. Dan syukurnya kami sudah melewati itu sekarang. “

Dia juga berkata : ” I love your country, I love your people ” ( Saya sempat terharu mendengarnya )

2 detik kemudian saya tertawa, karena berikutnya dia mengatakan : ” I love your cendol too “ Gurakrak hahaha !

Di tubuh kita banyak hormon yang bekerja.

(Tenang bagi yang agak alergi dengan istilah kimia…. meskipun nanti ada istilah kimia, akan dijelaskan secara santai kok ^_^)

Ada 4 hormon yang yang dirusak cara kerjanya. Hormon ini jika bekerja secara normal. Akan menguntungkan kita. Nah pornografi membuat ke – 4 hormon ini keluar secara berlebihan dan terus menerus.

Inilah “daging” dari artikel ini !

* DOPAMINE *

Kalau anda sedang kesusahan mengerjakan suatu soal matematika saat ujian, dateng telat, belom makan, eh pas datang ternyata soalnya susah banget… anda pasrah…. lunglai…. merasa bakal jeblok nilanya…. gara-gara tidak ada satupun soal yang bisa anda kerjakan…

Lagi frustasi frustasinya, tiba -tiba ketemu cara ngerjain soalnya,….. YES !!!!!! I Got IT !!!!! Alhamdullillah !

Bagaimana perasaanya ???? Senang yang bukan main bukan ???!!!! Serasa puas campur bahagia !

Seperti itulah efek hormon dopamine kalau lagi bekerja. Menimbulkan SENSASI Puas, senang , bahagia di dalam dada.

Eits… tunggu dulu…,

Efek dopamine ternyata menimbulkan peningkatan kebutuhan level.

Maksudnya gini… kalau kemaren anda puas dan loncat loncat kegirangan gara – gara mengerjakan soal anak TK, apakah saat besoknya anda mengerjakan soal yang sama anda merasa puas dan loncat loncat yang sama dengan yang anda lakukan kemaren ???

Tentu tidak ! Anda pasti butuh untuk bisa mengerjakan soal anak SD, baru loncat – loncat kegirangan lagi. Betul gak ??? Seperti itulah efek dari bekerjanya si dopamine.

NAHHHHH ! pornografi itu membuat si dopamine bekerja terus menerus ! sayangnya penyebab dia bekerja adalah karena pornografi !

Ilustrasi :

  1. Pertama kali si Nyoman akan berteriak ” oh my god gambar apa sih tuh ! ” ( sambil tutup mata tapi agak direnggangin jarinya buat ngintip )

  2. eh kemaren gambar apa sih … ? mengunjungi lagi situs yang menampilkan gambar perempuan memakai bikini tersebut. Dilihat terus….,

  3. Besok – besoknya si Nyoman harus melihat perempuan bertelanjang dada agar bisa merasakan sensasi yang ” wuooowwww “

  4. Besoknya tentu harus melihat yang lebih parah dari melihat perempuan bertelanjang dada. Bisa yang cuma pakai kancut doank atau langsung bugil.

Begitu seterusnya… dari melihat cewe bugil, melakukan seks, ….. lebih parah…, terus dan terus…, Harus lebih parah atau minimalnya beda gambar, agar merasakan sensasi ” wuooowwww “.

Bisa dibayangkan kan , setelah puas melihat gambar – gambar yang terparah sekalipun…apa yang harus dilakukan agar merasakan sensasi ” wuooowwww ” ??? Nonton videonya beneran donk ! Lalu seterus dan seterusnya ? Melakukan seks beneran donk ! Bener banget !

Waktu melakukan seks juga begitu…. karena dari awalnya dilandaskan si dopamine tadi, maka akan beda dengan seks yang dilakukan orang normal yang biasa. Dia selalu butuh teknik seks yang baru, baru dan baru, kalau perlu yang gak normal dan aneh. Makanya kalau para pelaku seks yang melakukan seks gara – gara pertamanya dia terpincut pornografi, akan butuh gaya yang baru dan menuju ke arah penyimpangan seksual. Sampai jadi nyoba incest ( berhubungan dengan saudara sendiri ), berhubungan seks dengan binatang, pemerkosaan, penyiksaan dalam seks. Hanya karena butuh utuk merasakan sensasi ” wuooowwww ” tersebut.

Mereka tahu itu salah, tapi tetap melakukannya.

Mereka tahu itu salah, tapi tidak bisa melawannya.

Itulah parahnya hormon dopamine yang dibikin bekerja secara terus menerus oleh pornografi !

* NEUROPINIPHRIN *

Kalau seorang pebisnis sejati, otaknya dipenuhi dengan yang namanya peluang dan keuntungan. Ngeliat usaha yang bisa dijadikan ladang uang, selalu dimanfaatkan dengan baik. Instingnya ke bisniiiiis mulu !

Nah inilah yang terjadi juga terhadap para pecandu pornografi. Otaknya selalu berputar – putar dengan yang namanya pornografi. Ngeliat yang ngerangsang dikit, otak udah ngebayanginnya yang lain lain.

Kalau ada perempuan yang memakai baju seksi, mungkin orang normal hanya kan berkata ” perempuan itu seksi” . Tetapi kalau orang yang sudah kecanduan pornografi, akan berfikir, gimana ya rasanya bersetubuh dengan dia…, ( sambil ngiler diem diem bego gitu )

Lagi berdiri disamping perempuan. langsung otaknya ngeres dah ! padahal perempuannya biasa aja. gak ngedance, ngeliuk-liukin badan, apalagi striptise. Sama sekali enggak ! Tapi otaknya sudah yang gimanaaaa gitu.

Itulah yang dirasakan orang yang sudah berurusan dengan pornografi. Ngerusak otak !

Nah inilah yang sering digembor-gemborkan orang bahwa pornografi itu ngerusak otak. inilah yang diamaksudkan. Sering terbayang selalu.

Akibatnya tidak bisa berfikir jernih, males belajar, males mikir, males kretif. Karena otaknya sudah dipenuhi dengan daftar kosakata atau kejadian yang bisa otak dia sambung-sambungin dengan yang namanya seks.

Kerjaannya siapa ? kerjaannya hormon neorupiniphrin yang sudah disutradarai oleh pornografi.

* SEROTONIN *

Saat seorang perokok lagi stress, dia akan merokok. Kenapa begitu ??? karena rokok adalah sesuatu yang bisa membuatnya senang… tentram…, damai,….. piss,…. ( itulah betapa shittnya rokok ! )

 Itulah efek kerja dari hormon serotonin. Membuat seseorang merasa nyaman saat hormon itu keluar. Nah saat orang bersentuhan dengan yang namanya pornografi, hormon itupun keluar.

Fly…… lihat porno, gw fly gw tenang, gw oke…. piss man….. Efeknya ????!!!!

Setiap orang itu kesel… orang itu frustasi… orang itu sedih… orang itu kesepian… orang itu mengalamai hal yang menyulitkan dirinya…. dia akan lari ke pornografi ! Karena itu yang membuatnya tentram.

Sedih ya ??? yaiyalah…

Kalo orang stress, pelariannya ke ibadah.. mantep ! Kalo pelariannya ke bermiditasi..keren !

Kalau pelariannya ke hang out bersama teman- teman atau kalau yang perempuan shooping ? Masih okelah. Lah kalau sebuah pelarian haruslah ke pornografi misalkan langsung ke warnet dan langsung searching pretty ukrainian girl ??? yalkkk!

* OKSITOSIN*

Anda tahu kenapa seorang ibu dengan anak – anaknya ada ikatan batin ? Karena hormon oksitosinlah jawabannya.

Saat seorang ibu melahirkan, hormon oksitisoin terpancar banjir keluar dari tubuhnya. Nah efeknya adalah, dia mencintai sesuatu yang membuat orang tersebut mengeluarkan hormon oksitosin itu ! Karena si ibu itu jadi keluar hormon oksitosinnya, gara – gara anak yang dilahirkannya tersebut ! Maka dia akan jadi punya ikatan batin dengan anak tersebut ! Itulah sistem kerjanya si hormon okitosin.

Pornografi itu membuat hormon oksitosin bekerja secara terus menerus pada saat si orang tersebut mengakses pornografi. Sudah tahu kan akibatnya jadi seperti apa ? Dia menjadi terikat secara batin dengan pornografi tersebut. Makanya yang kecanduan pornografi itu, ada rasa kangen, jika tidak melihat pornografi selama beberapa hari. Jyaaaalllk cuih ! terikat batin dengan pornografi !

Apa yang bisa dibanggakan dengan terikatnya seseorang dengan pornografi ???

Itulah penjabaran saya tentang bahaya pornografi yang saya dapat dari Dr. Randall F. Hyde.

Semoga jelas…. semoga nancep. Semoga makin sadar kalau pornografi itu menyebabkan kerusakan otak secara permanen tapi perlahan. yaiyalah ! yang diserang otak !

Bagi yang baca ini setelah ingin memulai terjun di bidang pornografi, yah sebaiknya berhenti ya. Bagi yang sudah kecanduan dan merasa artikel ini ” kok kayaknya gw banget “, silahkan sadar dengan sesadar-sadarnya bahwa pornografi itu gak bagus frend!

Kecanduan pornografi sebenarnya sama dengan kecanduan narkoba. Kalau kencauan narkoba jelas keliatan parahnya. Kalau kecanduan pornografi tidak kelihatan secara fisik.

Tahu – tahu sudah bego aja tuh otak. Dan serasa tidak berguna yang namanya hidup.

Spoilerfor Pesan Buat Agan:

Oia, terakhir nih….,

Saat sebelum seminar ini dimulai, saya diminta oleh Bu Elly Risman untuk melakukan hal ini ! Sampaikan apa yang kalian dapatkan selama seminar ini kepada minimal 3 orang. Dan katakan kepada orang yang anda sampaikan, untuk menyampaikan kepada minimal 3 orang juga.

Saya menuliskan di blog saya ini, saya rasa yang membaca sudah lebih dari 3 orang. So amanah dari si Dr. Randall sudah saya jalankan. Nah buat anda yang sudah baca sampai sini, saya memberikan amanah kepada anda untuk meneruskannya lagi kepada minimal 3 orang.

Boleh anda ceritakan dari satu mulut ke mulut, pajang di tautan facebook anda ( Di bawah ada tombol ” Share On facebook ” ), anda kirim ke email teman anda, copy paste di blog anda. Kalau anda mau copy paste bulet bulet di blog anda juga gak papa. Anda cantumkan sumber dan linknya ya bagus. Gak mencantumkan juga gak papa.

Yang penting pengetahuan ini bisa tersebar kepada seluruh penduduk Indonesia. Mari bersama – sama berjuang untuk melawan pornografi yang sedang merebak di negeri kita ini. Dari diri kita, anak – anak kita, untuk sekitar dan teman – teman kita. Dan untuk negera kita tercinta.

Yang mau repost, copas, ngelink di blog, di jejaring sosial, dimana aja boleh gan, gak usah minta ijin. Coz ane juga copas dari blog orang.

Terus banyak yang tanya tentang solusi dan gimana cara menghentikannya kalau udah kecanduan pornografi. Kalau ini solusi ane yang menurut ane paling mujarab:

Nikah gan!!!

Minggu, 03 November 2013

Dalam kerinduan

Dahulu, saat semua masih bersemi dalam kemilau indahnya peraduan dua muara, hati ini buta tak pedulia akan dunia dan isinya

Dahulu, saat mendung hitam dengan kokoh dan congak memayungi di setiap perjalanan, kaki ini tak gentar walau harus terseok-seok bahkan merangkak-rangkak pelan

Dahulu, saat fatamorgana indah menjadi genggaman dalam perjalanan, mata ini terbutakan akan setiap kebenaran yang datang

Memang, memang hati tak ubahnya sebuah lukisan bening yang selalu menggambarkan pahit dan perihnya kehidupan
Terkadang, jeritan batin mampu menggemparkan seluruh sendi-sendi kehidupan
Pelik memang...

Tapi, akan selalu ada jalan terbentang
Bagi yang terus mengayuhkan langkah menuju peraduan yang gemilang
Bagi yang terus bersimbah darah menghalau badai topan godaan iman
Bagi yang masih menggenggam benang merah kekihlasan dan pengabdian
Jalan itu pasti akan datang . . . ^_^

Obat Hati #1

Obat hati memang hanya ada lima :)

Salah sataunya adalah tilawah (membaca Al qur'an)...

Jangan menyepelekan membaca Al-qur'an, memang bagi yang tidak terbiasa membaca Al-qur'an cenderung mengaggap membaca Al-qur'an itu terasa berat dan tidak menyenangkan, bahkan mungkin terkesan boring padahal baru bertilawah satu hingga dua halaman saja. Tapi itu adalah awal, awal dari sebuah proses yang ditawarkan pemilik Hati untuk melihat kesungguhan kita, seberapa besarkah kesungguhanmu untuk ingin terus bertilawah dan mendapat pertolongan-Nya. 

Disinilah proses itu terjadi, saat memulai pendekatan memang wajar ada kalanya kita di tolak. Bukan karena apa-apa. Bukan karena Allah membenci dan tak ingin kita dekati. Hanya saja itu adalah sebuah proses, dimana Allah ingin melihat kesungguhan kita, benar bersungguh-sungguhkah kita ingin bahwa hanya Allah-lah satu-satunya tempat kita bergantung dan meminta pertolongan. 

Jika satu ayat masih galau, tambah dua ayat, dua ayat masih galau, tambah satu halaman, satu halaman masih galau, tambah dua halaman, dua halaman masih galau, tambah satu lembar, satu lembar masih galau, tambah satu juz, satu juz masih galau tambah dua juz...

Begitulah seterusnya, karena setiap ayat demi ayat, halaman demi halaman, lembar demi lembar, bahkan juz demi juz yang telah kita baca sedikit demi sedikit akan menetralisir seluruh rasa yang tidak menyenangkan di dalam jiwa, perlahan tapi pasti, sebuah rasa tenang dan hangat akan menyusup pelan kedalam celah jiwa, seperti sebuah cahaya kecil yang terus-menerus membesar dan menerangi hati yang kosong. Jiwa yang tadinya hampa, gersang dan tak bernyawa, akan terasa mulai hidup dan bernafas, mulai tentram dan tenang, seperti ada sebuah energi positif yang menenangkan yang akan menggeser semua jenis energi negatif dari dalam hati dan fikiran kita :)

Sebagaimana segelas air yang di beri kata-kata yang baik akan mampu menghasilkan kristal-kristal air yang indah. Begitu juga kita. Karena kita tahu, sebagian besar tubuh kita adalah air. Jadi, jika ingin menciptakan kristal indah berenergi positif tinggi di dalam tubuh kita, maka bertilawahlah...

Tidak percaya???
Silahkan buktikan ^_^

Rabu, 30 Oktober 2013

Obat Anti Nyamuk

Pahit. Ya, seperti rasa obat anti nyamuk. Jangan tanya bagaimana aku tau rasanya, hanya orang bodoh yang mau berusaha mencoba rasa khas dari obat anti nyamuk. Ini analogi sederhana yang aku dapat, karena ga tau lagi harus mikir analogi apa. Obat anti nyamuk memang bukan satu2nya yang rasanya pahit. Tapi dialah satu2nya yang aku temukan tak memili cukup banyak manfaat untuk sekelilingnya kecuali membasmi nyamuk namun tetap saja berdampak buruk bagi penggunanya.

Yaa, memang begitulah faktanya, mau obat anti nyamuk manapun, mau se-modern apapun, semua tetap beracun, judulnya memang anti nyamuk sih, namun imbasnya bukan hanya pada nyamuk, tapi juga makhluk hidup disekitarnya, walau memang dengan dosis tertentu tak berpengaruh besar, namun jika terus-terusan??

Semua akan merusak. mau seberapa kuatnya fisik, mau seberapa tangguh menjaga ruinitas pola hidup sehat, semua tetap akan berdampak. 

Sebenernya tulisan ini ga ada hubungannya sama obat anti nyamuk, hanya saja, tercetus ide, betapa menyedihkannya kita jika diibaratkan hidup menjadi seperti sang obat anti nyamuk. Mungkin di sisi lain kita memang bermanfaat bagi sekeliling, namun disisi lain juga berdampak merugikan bahkan meluas hingga ke berbagai kalangan. Lalu apa arti bantuan yang kita berikan jika ujung2nya hanya memberi manfaat sesaat tapi memberi mudharat yang lebih banyak?

Ironis memang, tapi terkadang memang ada sebuah kenyataan yang tak pernah terbayangkan terjadi. Yaah, belajar dari masa lalu memang guru terbaik, tapi tak juga membantu jika memang di masa transisi tidak ada motivasi dan harapan untuk maju. Peran orang terdekat memang sangat dibutuhkan dalam hal ini. Tapi semua memang harus kembali paad pribadi masing2. 

Ada kalanya seseorang dituntut harus menerima semua keadaan dengan berlapang dada. Semua bukan karena kebetulan. Semua karena memang itulah yang sedang ia butuhkan. Karena suatu saat nanti, bisa jadi dalam hidupnya akan bertemu dunia yang tidak ada satupun keadaan yang sesuai dengan keinginannya, disinilah ia harus dituntut dewasa, pengalaman masa lalu akan mengajarkannya bagaimana bersikap yang seharusnya.

Lagi-lagi semua tak kan mampu dilakukan sendiri. Jika memang berat untuk memperoleh sesuatu yang dipercayai. Cukup percaya satu hal saja. Jadilah pribadi yang tidak merugikan. Tak peduli bermanfaat atau tidak bagi sekitarmu, yang penting jangan jadi benalu yang membuat kebahagiaan orang lain terenggut hanya karena ulah mu sekecil apapun.

Alangkah baiknya jika mampu memberi manfaat dan tak merugikan bagi siapapun. Cukup melakukan mana yang menurutmu mampu kamu lakukan untuk kebaikan. Jangan berfikir bahwa dunia harus melihat apa yang kamu kerjakan, karena itu akan menimbulkan derita baru dalam hidupmu, ketika engkau sudah memiliki harapan untuk diakui sekelilingmu dalam hal apapun, itu tanda kau akan mengeyam kesengsaraan seumur hidup selama belum diakui siapapun  :)


Janganlah hidup untuk menjadi seperti yang orang lain inginkan, tapi hiduplah menjadi seperti yang seharusnya kamu lakukan ^^


Ingat, "Riya' itu seperti semut hitam, diatas batu hitam, dalam gelap malam". Jadi, berhati-hatilah sesngguhnya ia menyusup kedalam hatimu sedangkan kamu tak menyadarinya...

Minggu, 27 Oktober 2013

Selarik Cahaya


Kemilau fajar sedikit mennyembul di dalam dinginnya kehidupan batin ini, memang tak segala hal itu terkadang semudah yang dibayangkan orang-orang, namun memang benar adanya diri sendirilah yang membuat sebuah awal keterpurukan...

Pola pikir kita memang terkadanag berperan besar dalam menentukan setiap langkah keputusan yang akan diambil, tak jarang fikiran yang penuh keguncangan menimbulkan perkara-perkara yang sulit untuk terpecahkan, berimbas menjadi pribadi yang bermasalah dan mudah menyerah pada keadaan...


Disini pentingnya kemampuan mengolah emosi dengan baik, bahkan Rasul pun mengajarkan tentang cara menyelesaikan masalah dengan lemah lembut :)

Ga penting seberapa besar masalah yang dihadapi, yang penting adalah usaha untuk mau memperbaikinya. Sebagaimana kegagalan, itu adalah awal dari sebuah kesuksesan jika ada niat dan usaha untuk bangkit dan berjuang meraih kesuksesan yang masih tertunda...

Benar adanya, jika kita merasa diri paling menderita, itulah yang akan tercipta di dalam fikiran kita, namun jika mau mengolah fikiran menjadi dunia yang lebih positif, insya Allah perkahan-lahan kendali emosi itu akan tergenggam :)

Tak mudah memang mengalihkan perhatian dari sebuah masalah, namun akan terasa mudah jika memang kita tahu ekspektasi yang akan kita tuju dari sebuah perubahan...

Kembali ke hadist arba'in yang pertama :) "Innamal 'amalu binniat" (segala sesuatu itu tergantung niatnya) ^_^

Awal yang mudah untuk perbaikan adalah berani melangkah kedalam badai perubahan, tidak mudah memang, dan butuh perjuangan berat, namun disetiap percabanagn jalan pasti akan selalu ada petunjuk yang datang jika jelas kepada siapa kita bergantung :)


Rabu, 23 Oktober 2013

Hati yang ingin kembali

Demi Nama Allah yang menciptakan Langit dan Bumi...

Ya Allah, kaki kecil ini masih tertatih melangkah terseok-seok di rimba perjuanganmu, tubuh ini masih renta dan tak berdaya kala kau tiupkan angin kecil ditengah perjalanan ini, iman ini masih amat sangat kering, hati ini masih hitam berlumpur penuh noda dosa yang tak terampunkan di mata-Mu apalagi dimata manusia...

Ya Tuhanku, Sang Maha pengasih dan Penyayang...
Kali ini kaki kecil yang tak tahu terima kasih ini kembali mengemis cinta dan rahmat-Mu, setelah berjuta-juta benih dosa terhampar di atas tanah jiwanya yang semakin gersang hidup tanpa cahaya...
Kini ia berlari tertatih-tatih, mengharap Engkau kembali memeluknya, Berharap Engkau kembali membimbingnya, Berharap Engkau kembali menjadi pegangannya, Berharap Engkau kembali menjadi panutannya, Berharap Engkau kembali selalu bersamanya, Berharap Engkau kembali menjadi satu-satunya tempat ia bergantung...

Ya Rahman, Sang Raja yang merajai seluruh Raja...
Sudikah kiranya Engkau mengulurkan serpihan cahaya-Mu  untuknya?
Untuk hambamu yang telah jauh jatuh kedalam lumpur dosa yang kesekian kalinya?
Masihkah ada maaf-Mu yang tak terbatas untuknya?
Masihkah ada maaf-Mu yang Maha pemaaf untuknya?
Masih adakah ampunan dan rahmat dari-Mu untuknya yang selalu membuat-Mu kecewa?

Ya Allah yang Maha pengampun dan Maha Penerima Taubat...
Sekiranya hari ini masih diizikan untuk merasakan seluruh nikmat yang Engkau berikan, aku hanya ingin satu Ya Rabb...
Izinkan aku untuk selalu merasakan manisnya nikmat Iman kepada-Mu,,,
Yaa... Hanya kepadaMu...

Minggu, 22 September 2013

Sakit

Sakit.
kata itulah yang mampu menerjemahkan semua rasa yang berkecamuk dalam dadaku malam ini. tak tahulah apa penyebab dada ini begitu sakit dan sesak, jika memang ada goresan luka aku tak yakin itu karena kesalahan organ vital didalamnya.

ini karena sesuatu. yah. memang. hanya itu yang mampu membuatku merasakan sakit sedemikian rupa. tak ada faktor lain. mungkin aku termasuk orang bodoh yang mau bertahan dengan luka yang menyayat2 di setiap jejak kehidupan bersamanya, namun siapa lagi yang mampu bersamanya jika bukan aku?
telah banyak kisah yang dia untai hanya untuk menginginkan harapan yang sama, namun tak ada satu untaian pun yang berhasih tersambung. Jika bahkan benang kecil ini pun harus terurai, berapa banyak lagi untaian - untaian yang akan terus berceceran memenuhi lantai ruang dan waktu penuh luka dan dendam?

aku ingin bertahan bukan karena apapun. hanya karena aku sangat ingin bersamanya. tak lebih. perasaan ini begitu murni. bahkan aku sampai merasa sakit sendiri oleh perasaan yang tak pernah kuundang datang dan menyusup ke dalam relung kalbuku ini. apa mungkin rasa ini memang belum terbalaskan?
apakah memang hanya aku yang terus mencoba untuk bertahan?

memang aku tak pernah mencoba untuk ikhlas melepaskan, tentu tidak. tapi jika ini terus berlanjut, apakah memang au akan mampu terus hidup dalam kungkungan rasa yang hanya sepihak saja?

jiak memang rasa ini bersambut? mengapa rsa sakit ini masih hinggap menggelayuti setiap relung2 batinku?
mengapa setiap persoalan kecil bahkan tak mampu terselesaikan dengan mudah? kenapa harus terus menguntai rasa sakit jika memang berdiri di atas benang kepercayaan?
ataukah memang ini semua tak ada artinya?

aku tidak ingin mempercayai itu semua. tapi malam ini, semua seakan memberi jawaban. ini seperti minyak dan api. meski kedua2nya ingin bertahan untuk bersama. mereka memang tidak ditakdirkan bersama. atau jika memang memaksa, mereka akan terbakar dan habis tak tersisa.

tapi aku masih belum percaya. minyak masih punya kesempatan untuk menjadi air. tapi api?
adakah punya kesempatan untuk menjadi es?
ada.
akan selalu ada jika mau untuk berusaha.
sayangnya. maukah ia berusaha?
jiak memang ini hanya sepihak saja, harapan itu tak ubahnya hanya sebuah harapan kosong belakan yang tak akan pernah menjadi nyata...


Selasa, 16 Juli 2013

Ketika Hidup ternyata lebih indah tanpa keluh kesah :D

Suatu hari seorang teman berbagi cerita bahwa hari itu ia amat lelah,

 “Dua kali lipat capek, remuk badan rasanya…hati pun menjadi panas…” Ujarnya. 

Aku mengerti perasaannya, sebab ia bilang bahwa teman di sampingnya dalam perjalanan itu adalah sosok yang tak henti mengeluh. Aku pun pernah mengalami hal itu. Kita harus memperbanyak istighfar agar tidak ketularan imbas keluh kesah tersebut. Meskipun sering kali kita menahan diri dengan berusaha tenang untuk menjadi pendengar yang baik, namun jauh lebih sering keluh kesah itu tak punya tujuan jelas, sehingga  kalimat yang sama berulang-ulang mampir di telinga seolah lebih buruk dari pada kaset rusak.

Ketika seseorang di sisi kita setiap menit berkeluh dengan ragam kata, semisal,

 “Ya ampuuun, tempat duduknya jelek, badan sakit melulu jadinya…”“ih, sepatuku sudah jelek, kapan dibelikan sepatu baru nih…”“AC mana sih, panaaaas yah rumahnya…”, “Duh, cemilan nambah lagi dong, dikit sekali ini!”, “Oh, gak tahan deh kalau ke acara itu pakai baju yang ini-ini mulu, bete deh belum dikasih hadiah baju…”, “Maceeeet teruuuus, terus-terusan maceeeet, kapan sih gak macetnya?!”

dan atau jutaan kalimat lainnya, telinga yang mendengar tumpukkan kalimat itu pasti bisa ketularan gerah, menelusup dalam hati dan menambah beban pikiran. Apalagi jika kita sudah tahu bahwa di menit itu tidak dapat mewujudkan perubahan atas hal yang dikeluhkan.

Aku benar-benar heran saat mengalami kejadian serupa, karena sosok disampingku yang hobi berkeluh itu tak henti-hentinya mengulang kalimat keluhan yang sama. Coba bayangkan, seseorang yang sudah kita tolong, kita berikan bantuan untuk menggembirakannya, kita manjakan beberapa saat agar ia lebih mensyukuri hidupnya dan melupakan keluhan itu, namun ternyata masih saja lisannya penuh jutaan keluh. Seolah kita yang mendengar keluhan itu harus mewujudkan seluruh kemauannya. Masya Allah… Kalau cuaca panas, silakan keluhkan pada pembuat cuaca. Kalau macet melulu yang dikeluhkan tiap detik, dan kalau memang keluhan itu sudah didengar penguasa yang berwenang~dengan proses menanti kemajuan, kenapa tidak pindah ke tempat yang tidak macet alias minimal bisa mencari solusi sendiri, batinku.

Namun lagi-lagi, aku berhenti untuk heran, sebab sosok ini memang jauh dari Tuhan. Sosok yang mengandalkan bantuan dan belas kasih orang lain tanpa berusaha mengubah nasib dengan kerja keras yang optimal. Sangat berbeda ketika aku berjumpa dengan imam masjid di Kuwait serta pertemuan dengan TKW di perjalanan mudik yang lalu. Fase keluh kesah mungkin tidak lagi ada dalam kehidupan mereka, keluh adalah masa lalu. Meskipun terkadang bukan solusi nyata yang hadir di depan mata saat keluh telah diubah menjadi usul dan saran yang baik, mereka berpasrah padaNya setelah optimal ikhtiar.

Brother imam Hasan di salah satu masjid misalnya, ia adalah seorang muslim yang hijrah ke Kuwait, mengubah keluh menjadi karya nyata. Di negeri asalnya yang identik dengan kemiskinan, ia tak dapat melanjutkan pendidikan tinggi. Ketika bisa hijrah ke Kuwait, bilangan tahun ia perdalam qur’an dan menjadi penghafal kitab Allah ini. Di Kuwait, semua kanak-kanak, remaja penghafal qur’an (yang tentu lebih banyak berasal dari kaum pendatang) mendapatkan hadiah sebesar 30 kuwait Dinar (KD) setiap “setor hafalan setengah juz”. Dan jika khatam 30 juz, mereka memperoleh hadiah sebesar 1000 Dinar (1 Dinar Kuwait kira-kira 35 ribu rupiah) atau lebih, serta memperoleh pelatihan (secara fisik dan mental) untuk menjadi imam/ muadzin masjid di berbagai daerah secara bertahap.

Otomatis kehidupan brother imam Hasan itu menjadi lebih tentram, nyaman, dan terbilang sukses. Jelas ia bahagia, punya ilmu agama yang baik, hafal qur’an, jaminan gaji yang mencukupi, serta bisa menginspirasi banyak pemuda islam pula. Subhanalloh! Tentu perjalanan suksesnya tidak mudah, namun hal pasti adalah tampak pada lisan beliau yang tidak mudah berkeluh. Artinya penempaan dan didikan dari orang tua dan gurunya telah berhasil, sosok yang sabar dan tidak mudah mengeluh adalah salah satu ciri akhlaq terpuji.
Demikian pula ketika bersua mbak Jum yang berangkat dari Doha untuk pulang kembali ke Indonesia. Beliau berkata,

 “Ah, kalau urusan di bandara sih, udahlah, sudah biasa…. yang penting bisa pulang kampung, saya harus ikhlas, biarkan saja orang yang ‘ngerjain’ nyuruh bayar ongkos mahal-mahal, tetap saja duitnya tidak berkah, yo, mbak…” Pasrahnya. 

Dahulu ia berkeluh dengan prosedur ribet dalam urusan pekerjaannya, tetapi tiada perubahan atau tanggapan dari pihak berwenang. Justru energi terkuras karena ia terlalu memikirkan banyak hal.
Apalagi ketika sudah berada di jazirah Arab tempatnya merantau, masih ‘lebih untung’ jika ia hanya terkena caci maki dan siraman air panas selama bekerja di tempat majikan pertama. Jauh lebih beruntung dari pada salah seorang teman mbak Jum yang masih (berumur) belasan tahun dan belum menikah, malah dijadikan pelayan khusus pemuas nafsu bejat keluarga majikannya, naudzubillah. Si teman ini di’persilakan’ tinggal dalam ruangan mewah berukuran 10 x 10 meter dengan kulkas dan makanan di dalamnya, kamar mandi dan lemari baju yang besar. Ia tidak keluar dari ruangan itu selama setahun tanda kontrak ‘pekerjaan’ yang dijanjikan. Penyelewengan ikrar itu berbuah shock mendalam dan trauma seumur hidup tentunya. Tidak ada yang mengacungkan tangan sebagai tanda bertanggung jawab sebagaimana masa-masa ajang pemilihan kursi di gedung dewan terhormat, oh nasib TKI…

Saat ini mbak Jum dapat menjalankan modal menjadi juragan angkutan umum di daerahnya yang masih terpencil dan membuka warung, sangat bersyukur dapat memiliki usaha kecil mandiri. Ia meruntuhkan keluh dengan usaha, sebuah perjuangan nan menginspirasi. Mbak Jum telah merasakan pahit dan perih hati saat berpisah dengan keluarga, terutama anak-anak yang masih kecil. Sehingga ia menjadi paham bahwa hidup memang penuh perjuangan dan pengorbanan. Subhanalloh… 
Tentu membuatku berkaca lagi.

Aku jadi mengenang Mak Enung dan Mak Euis di masa awal berumah tangga, di Bandung dahulu. Ketika aku sibuk ujian semesteran, Mak Enung menjaga Azzam kecil kami. Mak Enung tidak sungkan membawakan bekal makan malam ketika aku menjemput Azzam, meminjami dana beli buku tatkala uang di dompetku tak mencukupi, membuatkan sarapan, bahkan honor ‘baby-sitter’ baginya pernah kucicil. Ya Allah, terima kasih, aku punya banyak ‘Emak’.

Sedangkan Mak Euis adalah ibu rumah tangga serba bisa yang membuka gerai makan siang di ujung jalan, hanya meja dan sedikit kursi serta kompor kecil sebagai modalnya. Ia memasak nasi, sayur kacang, sambal tongkol, dan tumis terong sebagai menu yang paling sering tersaji. Para pelanggan setianya adalah buruh bangunan dan tukang becak. Kadang-kadang di sore hari jika tak hujan, beliau menjual kue surabi, dan aku menyukai surabi buatannya.

Sewaktu temanku bertanya, “Kenapa semua menunya dijual murah, yah? Apa Mak Euis tidak rugi?”

Beliau menjawab, “Untungnya dikit yah ada neng, beberapa ratus perak sudah lumayan, Alhamdulillah, yang penting senang, tidak repot harus masak banyak, pokoknya ludes disantap pembeli, kan buat tukang becak, neng…. 
Kalau mahal-mahal, ntar saingan sama yang di warteg pula, kalau masak banyak dan gak habis, rugi. Trus kalau makanan mahal-mahal, yang biasa langganan juga kasihan….” 

Subhanalloh, menu sepiring nasi plus ikan tongkol dan sayur kacang serta sambal biasanya tampak penuh di piring pelanggannya, dan harganya hanya separuh dari harga di kedai atau warteg sekitarnya.

Mak Enung dan mak Euis juga merupakan muslimah yang jauh dari keluh. Setidaknya selama dua tahun aku mengenal keduanya, yang kuketahui pada waktu itu suami mereka sedang sakit pasca kecelakaan (sebagai buruh dan penarik becak). Namun mereka malah tetap sibuk membantu orang lain, meringankan beban sesama. Semoga Allah SWT memberkahi hari-hari mereka. 
Sungguh sosok manusia yang tangguh seperti beliau-beliau ini sangat nyaman dan menyenangkan untuk dikenang. Amat berbeda dengan sosok yang rajin berkeluh kesah tanpa jelas maknanya, saudara dan teman berebut untuk menjauhi.
Dalam keadaan banyak peluh, mengalirnya jutaan keluh berefek membuat energi habis. Hidup ini tak akan berubah kalau kita tak berusaha mengubah sendiri. Itulah janji Allah.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang ada pada diri mereka “ (QS. Ar Ra’d: 11). Masih panjang jalan terbentang, teramat luas dan banyak pintu-pintu rezeki (halal) curahanNya. Masih banyak potensi dan kreasi diri yang harus kita optimalkan, jangan sampai dikaburkan atau terkubur gara-gara keluh. Kalimat keluhan dapat menumpulkan ide dan semangat.

Berbagi rasa dan dekapan bahu dengan saudara tentu menentramkan jiwa, namun harus waspada, bukan tidak mungkin terbitlah kalimat-kalimat keluh, padahal bisa jadi orang di hadapan kita sedang mengalami keterpurukan dan peristiwa yang lebih dahsyat dari pada kita yang berkeluh. Lebih baik diam berhias istighfar sehingga hati menjadi tentram. Jika kita tidak dapat mengurangi beban saudara, minimal hindari banyak mengeluh karena akan menambah beban baginya. Apalagi tatkala mengingat kondisi saudara-saudari kita di Suriah, Gaza dan area konflik lainnya saat ini.

Marilah kita bercermin diri, tak pantas mengeluh tentang makanan ‘pilih-pilih sesuai mood-lidah’, sedangkan mereka di sana belum tentu bisa makan. Tak pantas kita sibuk menginginkan sepatu dan baju baru ‘hanya’ gara-gara mengikutitrend fashion updated. Sedangkan di sana, mereka hanya punya satu baju nan melekat di badan. Bahkan kaki atau tangan telah diamputasi sebagai bukti perjuangan. Faghfirlana…

 Ampuni kami ya Allah.

Allahummansur Islam wal Muslimin, Allahumma A’izzatal Islam wal Muslimin wa Adzillassyirka wal Musyrikin…aamiin
Semoga keluh telah runtuh dari jiwa-jiwa suci yang telah siap menanti ramadhan ini… 

Hadirkan lisan jelita dengan menularkan kalimat hikmah berisi solusi. Semoga Allah melimpahkan kemudahan bagi kita semua dalam mengoptimalkan aktivitas kebaikan, aamiin…Wallohu’alam bisshowab.



Manusia Sempurna yang pernah ada :)


Muhammad SAW, sosok manusia sempurna. kesempurnaannya ini bukan karena apa yang nampak darinya melebihi manusia pada umumnya, namun kesempurnaannya adalah dari kesederhanaannya. kesederhanaannya dalam bertutur kata, kesederhanannya dalam berpenampilan, kesederhanaannya dalam menikmati kehidupan. Hebatnya lagi, Muhammad SAW mampu membuat orang yang berada didekatnya dan orang-orang yang berinteraksi dengannya menjadi lebih berarti dan berharga. kondisi ini menyebabkan orang-orang merasa senang berlama-lama untuk terus berada di dekat Muhammad SAW.

Saya sempat membaca beberapa kisah para shahabat Nabi SAW, dari kisah para Shahabat yang telah saya baca, hampir semuanya terdapat perkataan Muhammad SAW tentang potensi yang berbalut pujian dan motivasi terhadap para shahabatnya, sehingga tak heran para shahabatnya begitu nyaman membersamainya. bahkan, dapat saya simpulkan dari sekian banyak Shahabat yang beliau miliki, beliau hapal secara keseluruhan serta memahami karakteristik dari masing-masing shahabat. untuk membuktikannya, berikut ini kutipan-kutipan ucapan Muhammad SAW kepada para shahabatnya.

Abu Bakar Ash-Shiddiq: “Hai Abu Bakar, janganlah engkau menangis. Sesungguhnya orang yang paling menjaga amanat dalam persahabatan dan harta adalah Engkau. Andaikata aku harus mengangkat pendamping dari Umat-ku, niscaya ku angkat dirimu sebagai pendampingku.”

Umar bin Khottob: “Hai Umar, tidaklah setan berjumpa denganmu sedang engkau berjalan di satu sisi, melainkan ia berjalan di sisi yang tidak engkau lalui. ”

Ustman bin Affan: “Bukalah pintu bagi Usman, dan beritahukanlah bahwa ia masuk syurga. ”

Ali bin Abi Tholib: “Engkau sebagian dari padaku, dan aku sebagian daripadamu. ”

Mush’ab bin Umair: “Dahulu saya lihat Mush’ab ini tak ada yang mengimbangi dalam memperoleh kesenangan dari orang tuanya, kemudian ditinggalkannya semua itu demi cintanya kepada Alloh dan Rasul-Nya.”

Salman Al-Farisi: “Sungguh Salman telah dipenuhi dengan ilmu”, “Salman adalah golongan kami, ahlul bait..”

Abu Dzar Al-Ghifari: “Takkan pernah lagi dijumpai di bawah langit ini, orang yang lebih benar ucapannya dari Abu Dzar…!”

Abdullah bin Umar: “Akan menjadi laki-laki paling utamalah Abdullah itu, andainya ia sering sholat malam dan banyak melakukannya!”

Sa’ad bin Abi Waqqosh: “Sekarang akan muncul di hadapan tuan-tuan seorang laki-laki penduduk surga”, “Panahlah hai Sa’ad! Ibu Bapakku menjadi jaminan bagimu…!”

Shuhaib bin Sinan: “Beruntunglah perdaganganmu, hai Abu Yahya! Beruntung perdaganganmu, hai Abu Yahya!”

Mu’adz bin Jabal: “Ummatku yang paling tahu akan yang halal dan yang haram ialah Mu’adz bin jabal”, “Mu’adz bin jabal adalah pemimpin golongan ulama di hari kiamat…”, “Hai Mu’adz! Demi Alloh saya sungguh sayang kepadamu. Maka jangan lupa setiap habis sholat mengucapkan: Ya Alloh, bantulah daku untuk selalu ingat dan syukur serta beribadat dengan ikhlas kepada-Mu…!”

Miqdad bin ‘Amr: “Sungguh, Alloh telah menyuruhku untuk mencintaimu, dan menyampaikan pesan-Nya padaku bahwa Ia mencintaimu”

Hamzah bin Abdul Muttholib: “Melimpahlah atasmu Rahmat ar-Rohim. Akulah saksi bagimu dihadapan  al-Hakim. Engkaulah pendekar penyambung silaturrohim. Berbuat kebaikan pembela yang didzholimi…”

dan masih banyak lagi…

Ucapan-ucapan beliau berisi penguatan-penguatan positif. bukan hanya berbentuk pujian, motivasi serta do’a namun ucapan Muhammad SAW mengandung perintah seperti yang diucapkan beliau kepada Abdullah bin Umar. Dari ucapan Muhammad SAW dapat kita pahami bahwa Muhammad SAW memerintahkan Abdullah bin Umar untuk senantiasa melaksanakan sholat malam, tetapi kalimatnya bukanlah jenis kalimat perintah, sehingga tidak menyebabkan lawan bicaranya merasa tersinggung atau under-estimate. Bahkan sebaliknya, kalimat yang beliau ucapkan dibungkus dengan hal-hal positif berupa pujian, dan ternyata setelah itu Abdullah bin Umar tidak pernah meninggalkan sholat malam baik dikala bermukim maupun bepergian (musafir).

Luar biasa bukan? seorang pengemban amanah yang sangat besar serta multi-talent memiliki kemampuan dalam bidang olahraga gulat, jenius dalam menyusun strategi perang, psikolog dan public speaker yang handal, cerdas dalam perdagangan, pintar dalam manajerial tidak ragu untuk mengakui potensi-potensi shahabatnya hanya karena beliau merasa bahwa dirinya seorang Rasul indikasinya yakni ucapan-ucapan beliau yang sederhana namun bermakna kepada para sahabat.

Meski dengan segudang potensi, Muhammad SAW tidak pernah mengucapkan perkataan yang merendahkan orang lain serta bermaksud untuk menyakiti lawan bicaranya. Beliau menggunakan lisannya untuk kebaikan dan kebermanfaatan. Dengan hidayah Alloh, Muhammad SAW mampu mengkonversi orang yang semula berada dalam kejahilan kembali kepada cahaya-Nya melalui sikap, perbuatan bahkan ucapan. sebut saja Umar bin Khattab, Khalid bin Walid dan Abu Sufyan, setelah berinteraksi dengan Muhammad SAW, mereka menjadi orang-orang yang berada digarda terdepan dalam membela Islam. padahal sebelumnya mereka adalah orang-orang yang paling menentang kebenaran yang dibawa Muhammad SAW.

Tidak diragukan lagi, menjadikan beliau panutan adalah sebuah keharusan. sayangnya, seringkali kita membuat-buat excuse yang sangat clise sebagai pembenaran atas perbuatan yang tidak sesuai dengan anjuran Muhammad SAW dengan berkata “wajar saja, beliau itu kan nabi…!”. Tetapi, bukankah beliau juga seorang manusia?



When someone has "FUTUR"


Ada masa dimana seseorang terjatuh dalam keterpurukan. Hati seperti membusuk, rusak, kosong dan tak berpenghuni. Tahukah kau apa yang sebenarnya terjadi? Hatinya sedang tak tertulis nama-Nya. Allah dengan segala keindahan-Nya adalah penerang bagi jiwa-jiwa yang resah, penghangat bagi hati yang terasa beku dan selalu saja memberikan setumpuk harap bagi mereka yang keyakinannya menipis. Hati, dalam sebuah pesan Rasulullah SAW, adalah Raja bagi tubuh kita. Ketika ia baik, maka baiklah yang lainnya. Untuk itu, sederhana saja kita menilai sebuah karakter. Ketika hatinya baik, maka perilakunya akan baik, akhlaqnya akan mulia, lisannya adalah kemuliaan dan langkahnya selalu menuju perbaikan. Begitulah hati memimpin. Bagi mereka yang memiliki hati sejernih embun pagi, akan menghasilkan karya akhirat yang akan mengalirkan energi kehidupan bagi peradaban.

Keterpurukan hati selalu beriringan dengan kedekatan kita kepada Allah. Ketika amal-amalan pailit di tiap harinya, yang semula 1 juz per hari, kemudian berkurang menjadi 2 lembar per hari, maka di sanalah tanda-tanda keterpurukan hatimu akan dimulai. Amalan dan bersihnya hati adalah dua hal yang tak terpisahkan. Engkau memiliki hati sebagai tempat niat untuk memulai segala aktivitasmu, maka amal adalah bentuk dari semua kerja-kerjamu. Baiknya hatimu, baik pula amalmu.

Keistiqamahan adalah jembatan untuk menghubungkannya. Hatimu selalu berusaha untuk berorientasi kepada-Nya lewat amal-amalmu. Jika istiqamah itu menjadi pakaian keseharianmu, maka amal akan selalu beriringan bersama jernihnya hati. Orang yang Istiqamah menjaga amalnya, akan menjaga kualitas ruhnya (jiwanya). Kualitas jiwa yang terjaga selalu akan memenangkan kebeningan akhlaq dibanding nafsu. Merekalah orang-orang beruntung yang telah dianugerahi kelapangan dalam jiwa, kebersihan dalam hati dan kelurusan dalam akhlaq. Semua dimensi ini adalah jalan sederhana untuk menuju kebahagiaan. Engkau akan selalu meletakkan hati yang lurus kepada-Nya, kemudian melanjutkan amalmu penuh keistiqamahan hingga jiwamu akan kau menangkan dan nafsumu akan tersingkir dari setiap aktivitasmu.

Membangkitkan hati agar kembali kepada-Nya bukanlah perkara mudah. Menyembuhkan luka tentu membutuhkan proses juga usaha. Maka Allah SWT memerintahkan kepada kita untuk jangan pernah berputus asa dari rahmat-Nya. Seperti sebuah lirik nasyid sederhana,

“Tuhan.. Dosaku menggunung tinggi.. namun Rahmat-Mu melangit luas…”

Begitulah… Rahmat Allah selalu saja hadir bagi mereka yang lengah terhadap-Nya. Ampunan-Nya selalu saja tak pernah absen ditiap harinya, selagi kau meminta-Nya, selagi kau mengharapnya.

Setidaknya kita semua pernah belajar bagaimana bangkit dari keterpurukan. Selagi engkau merasa sulit, jangan sampai hatimu tak terpaut kepada-Nya. Yang kau dapatkan hanyalah kekosongan jika Allah tak bersamamu. Maka rengkuhlah cinta dalam dekapan-Nya, sambutlah damai yang akan selalu menjadi temanmu.. Selagi engkau merasa, bahwa Allah adalah sebaik-baik penolongmu.

Taipei, 27 April 2010


Rabu, 15 Mei 2013

Hikmah sebuah musibah


Seorang mandor bangunan yg berada di lt 5 ingin memanggil pekerjanya yg lagi bekerja di bawah... 

Setelah sang mandor berkali-kali berteriak memanggil, si pekerja tidak dapat mendengar karena fokus pada pekerjaannya dan bisingnya alat bangunan.Sang mandor terus berusaha agar si pekerja mau menoleh ke atas, dilemparnya Rp. 1.000- yg jatuh tepat di sebelah si pekerja.

Si pekerja hanya memungut Rp 1.000 tsb dan melanjutkan pekerjaannya.

Sang mandor akhirnya melemparkan Rp 100.000 dan berharap si pekerja mau menengadah "sebentar saja" ke atas.

Akan tetapi si pekerja hanya lompat kegirangan karena menemukan Rp 100.000 dan kembali asyik bekerja.

Pada akhirnya sang mandor melemparkan batu kecil yang tepat mengenai kepala si pekerja. Merasa kesakitan akhirnya si pekerja baru mau menoleh ke atas dan dapat berkomunikasi dengan sang mandor...

Cerita tersebut di atas sama dengan kehidupan kita, Allah selalu ingin menyapa kita, akan tetapi kita selalu sibuk mengurusi "dunia" kita.

Kita diberi rejeki sedikit maupun banyak, sering kali kita lupa untuk menengadah bersyukur kpd NYA

Bahkan lebih sering kita tidak mau tahu dari mana rejeki itu datang···

Bahkan kita selalu bilang ··· kita lagi "HOKI!"

Yang lebih buruk lagi kita menjadi takabur dengan rejeki milik Allah.

Jadi jangan sampai kita mendapatkan lemparan "batu kecil" yg kita sebut musibah ...! agar kita mau menoleh kepada-NYA.

Sungguh Allah sangat mencintai kita, marilah kita selalu ingat untuk menoleh kepada NYA sebelum Allah melemparkan batu kecil hanya sekedar untuk menyentuh hati kecil kita yang kerdil dan hina...

Semoga bermanfaat.


x

Senin, 13 Mei 2013

Sepenggal Kisah ^_^



Perlahan meluncur air mata ini dipipiku saat membaca sebuah kiriman yang berisikan fakta yang selama ini kucoba untuk ku tepis dan tak kuhiraukan, perasaan sedih bercampur haru menyatu tak tentu arah didalam kalbu. Bingung  aku harus bagaimana setelah ini, bimbang sanggupkah hati ini untuk menjalankannya, sedih harus kembali meniti jalan yang berbeda, padahal kisah ini belum cukup panjang untuk mencapai satu paragraf saja...

Namun haru dan bahagia juga menyelimuti hati ini, ada rasa bangga terselip diantara linangan air mata bahagia dan haru, aku bahagia karena akhirnya pengembara tersesat itu kembali menemukan rombongannya, aku terharu karena ia telah menyelamatkaku dari sebuah jurang kebodohan yang hampir saja menelanku, aku bangga karena kini ia telah menjadi sosok yang dahulu hanya ada dalam impian dan anganku... ^_^

Terima kasih ya Rabb... ^_^

Harapan itu masih ada :)

Biarkan semua kini menjadi sepenggal kisah yang akan selalu terukir indah di dalam sanubari...
Sepenggal kenangan yang tak sampai pada ujung impian, walau kini mendung itu mulai menggantung, aku masih percaya, akan ada angin lembut yang akan menyapunya, menampakkan sinar redup mentari pagi nan cerah, membawa harapan baru dan meneguhkanku bahwa ini semua belum berakhir, hanya tertangguhkan... ^_^
Semoga saja... amiiiiiinnn...

== Arti Kehidupan ==

Kehidupan itu seperti menyusun puzzle di tempat yang terpisah-pisah, kita tak akan tau puzzle mana yang pas untuk bagian itu tanpa mendatangi dan mengamatinya...
Sepertu pola-pola pada kubik, setiap susunan warna telah ditentukan tempat-tempatnya...
Kehidupan layaknya warna-warna pada tiap-tiap potongan-potongan kecil kubik tersebut...
Tergantung kita hendak mengarahkannya kemana, jika diarahkan pada bagian-bagian yang cocok maka kubik akan tersusun rapi sesuai warnanya...
Namun jika tak pandai mengaturnya, kubik akan menjadi berantakan dan tak enak dipandang...
Begitulah hidup kita, tergantung kepada kita sendiri. Hendak dibawa kemana arah hidup yang akan kita susuri. Peran apa yang akan kita pilih untuk dilakoni. Dan kehidupan seperti apa yang kita pilih untuk dijalani... 

Teringat sebuah kalam indah dari Sang Maha Agung...
"Aku tidak akan mengubah suatu kaum, kecuali kaum itu mengubah kehidupannya sendiri"

# Afwan, lupa surat apa... hehe :P

Benih itu mulai tumbuh... ^_^

Untukmu yang sedang tumbuh di jalan dakwah...
Semoga kelopak-kelopak bunga keimanan itu terus merekah menjadi sekuntum bunga mujahid Allah yang kuat dan harum...
Kuat menopang kelemahan dalam terjangan badai dan topan...
Kuat dalam ketegasan dan pendirian menolak kebatilan...
Kuat dalam berazzam dan pengorbanan dalam perjuangan...
Kuat dalam bersabar dan meredam sayhwat dan amarah...
namun,
Harum bagai melati dipagi hari...
Menebarkan kebahagiaan dan kenyamanan bagi sekelilingnya...
Membawa kelembutan dan kedamainan bagi setiap insan  yang memandang...
Menjadi tauladan dan imam yang menyempurnakan... ^_^

Kamis, 28 Maret 2013

Mencari Lelaki Sejati


Copy Paste Dari Seorang teman...

Suatu hari seorang pemuda hendak menuju makkah untuk menunaikan ibadah umrah..dengan segala persiapan yang cukup dia berangkat dari kampungnya dengan mengendarai seekor unta milik pemuda tersebut. Setelah lamanya berjalan pemuda tersebut ingin beristirahat dibawah sebuah pohon yang rindang didekat sebuah kebun kurma. Karna kelelahan dalam perjalanan pemuda tersebut tertidur pulas. Dia tidak menyadari unta yang di bawanya terlepas dari ikatannya, dan unta tersebut pergi mencari makanan. Sampailah unta tersebut dalam kebun kurma dan memakan serta merusak isi kebun tersebut, di dalam kebun itu ada seorang kakek tua sang pemilik kebun tersebut, dia berusaha sekuat tenaganya untuk menghalau unta tersebut agar tidak merusak seluruh isi kebunnya. karena tidak sanggup menghalaunya maka sang kakek tua itu membunuh unta tersebut.

Setelah bangun dari tidurnya, sang pemuda tadi melihat untanya tidak ada dan mencarinya dan dia mendapati unta tersebut telah mati dengan leher menganga, pemuda itu  bertanya kepada kakek tua tsbt siapa yang membunuh untanya...sang kekek tua itu menjawab nya bahwa dialah yang membunuh unta tersebut karena unta itu teleh merusak separo dari kebunnya. Pemuda tadi marah dan memukul si kakek tua sehingga kakek tua meninggal dunia. Mengetahui kakek tua itu meninggal dunia, sang pemuda menyesal sekali, dan disaat itu datanglah dua orang anak si kakek tua itu dan meminta pertanggung jawabannya si pemuda tsbt.
Persoalan ini di bawa kepada Amirul Mukminin Umar Bin Khatab Ra, anak si kakek meminta pertanggung jawaban pemuda tadi karena telah membunuh ayahnya.

Umar Bin khatab berkata " Wahai pemuda, benar engkau yang membunuh kakek tua itu?"
Pemuda itu menjawab " Benar wahai amirul mukminin" pemuda tadi menceritakan mengapa dia sampai membunuh kekek tua itu.
Lalu umar berkata" Wahai pemuda, aku harus menjalankan hukum Allah yaitu Qishas terhadap dirimu"

Pemuda tadi siap untuk menjalankan hukuman tersebut, tetapi dia meminta di tangguhkan 2 hari untuk melunasi hutang-hutangnya di kampung halamannya.
Umar mengizinkan asalkan ada penjamin mu, kalau dirimu tidak datang dalam 2 hari maka penjamin mu lah yang akan menggantikan hukumanmu, lalu pemuda itu berkata " aku sendiarian di kota ini tidak ada sanak saudara jadi tidak ada yang bisa menjamin ku"
didalam majelis itu majulah sahabat Abu Dzar, lalu berkata" Wahai umar, biar kepala saya menjadi jaminannya" baiklah kata umar ra.
Setelah 2 hari berlalu, maka berkumpullah masyarakat untuk menyaksikan pelaksanaan hukum Qishas terhadap pemuda tersebut. dan kehadiran pemuda itu telah di tunggu-tunggu oleh Umar Ra dan masyrakat kota. karena kelau tidak datang maka sahabat Abu Dzar yang akan menggantikan hukumannya. Ditengah penantiann itu dari kejauhan terlihatlah sesorang yang tengah mamacu kudanya, ternyata sang pemuda itu datang memenuhi janjinya.

Umar bin khatab, lalu berdiri dan berkata " Wahai pemuda, mengapa engkau hadir pada hari ini, padahal engkau bisa terhindar dari hukuman Qishas yang akan menyebabkan kematianmu"
lalu sang pemuda itu berkata " Wahai Amirul Mukminin, mungkin saja saya bisa lari dari hukuman ini, tetapi saya tidak mau orang-orang mengatakan bahwa tidak adalagi Lelaki Sejati yang Kesatria dikalangan kaum muslimin yang mau bertanggung jawab atas perbuatannya"

Lalu Umar menoleh kearah Abu Dzar seraya berkata " Wahai Abu Dzar, mengapa engkau rela menjadi jaminan atas pemuda yang belum pernah engkau kenal sebelumnya?"

Kemudain Abu Dzar berkata" Wahai Amiriul Mukminin, saya tidak mau orang-orang mengatakan bahwa tidak ada lagi lelaki sejati dikalangan kaum muslimin yang mau menolong saudaranya seiman yang sedang dalam kesulitan dan kesusahan."

ketika hendak menjalankan hukum Qishas, kedua anak kakek tua yang terbunuh itu berdiri dan berkata" Wahai Amirul Mukminin, sekarang tibalah giliran kami, kami memaafkan kesalahan pemuda ini, karena kami tidak rela ada orang-orang yang mengatakan bahwa tidak ada lagi lelaki sejati dikalangan kaum muslimin yang mau memaafkan kesalahan saudaranya."

Sungguh sangat luar bisa kisah ini, sekarang masihkah ada Lelaki Sejati yang kesatria yang mau bertanggung jawab atas kesalahannya?
lalu masih ada kah lelaki Sejati yang mau berkorban untuk saudaranya disaat di terpa musibah dan cobaan?

Dan masih adakah lelaki sejati yang mau memaafkan kesalahan saudaranya?......
Mohon maaf, semoga bermanfaat

Senin, 25 Februari 2013

Butiran Embun pagi ^^

Awal yang tidak disangka-sangka, pertengkaran yang tidak diduga, pertemuan yang selalu penuh canda dan tawa, senyum permusuhan yang selalu terasa manis, tak disangka ternyata menyimpan sebuah rindu yang mulai merayap dan menyusup dalam sanubari...
Aku mulai terbiasa akan hadirmu disisiku, terbiasa tertawa bersamamu, terbiasa bercanda dan bertengkar kecil denganmu, terbiasa melihatmu, terbiasa mendengarmu, terbiasa merasakan bahagia saat disampingmu...
Hingga akhirnya kusadari, bahwa aku telah memnyimpan sebuah rasa yang berbeda untukmu... ^^

Jumat, 18 Januari 2013

MELATIH KEPEKAAN TERHADAP KATA-KATA.

 Kata-kata adalah senjata utama seorang penulis. Kalo penulis miskin kata-kata, ia kehilangan daya "kesaktian"-nya. Itulah yg sering terjadi pada penulis pemula yang kebingungan mengungkapkan ide yang sudah ada di kepalanya ke dalam tulisan. Sudah punya ide, sudah punya gambaran yang ingin di sampaikan dalam otaknya, tapi saat ingin diekpresikan dalam tulisan, ia mengalami kesulitan. Kalaupun bisa, baru satu paragraf sudah serasa mentok. Kata-kata seolah habis.


Kalaupun bisa mengekspresikannya dalam tulisan, tulisannya mbulet, banyak kata "lalu",

 "kemudian", "daripada itu", "setelah itu", dan sebagainya. Pokoknya gak enak dibaca. 

Setiadaknya inilah problem yang pernah disampaikan oleh Eka 'eriyan' Aristiyani. "Kesulitan menuangkan ide dalam kata-kata. Saya sering tidak puas dengan hasil tulisan saya. Merasa tidak sesuai dengan angan-angan di kepala. -Ketika sedang menulis, tiba-tiba ide hilang." katanya.

Helmi Riyadi Diningrat jga mengalami hal serupa. "Kesulitan untuk merangakai kata2 agat terlihat indah dan menarik untuk dibaca.. ." kata Helmi yang masih berstatus pelajar.


Solusinya, seseorang yang sudah mengazzamkan diri untuk ingin menjadi seorang penulis, apapun profesinya (dokter, buruh, guru, PNS, petani, pengusaha, dls), dia harus terus melatih kepekaan terhadap kata-kata. Setiap hari kita melihat langit, merasakan angin yg bertiup sepoi, melihat rembulan, dedaunan yg tertiup angin, dan sebagainya, namun belum tentu kita dapat mengungkapkannya sebagus-bagusnya ke dalam tulisan.



Penulis yang kaya kosakata dan peka terhadapnya akan piawai mengungkapkan apapun ke dalam kalimat yang diinginkan. 



Karena itu, sering membaca kamus bahasa Indonesia (KBBI) mutlak diperlukan bagi seorang penulis. Banyak kosa kata bagus yang tak terpikirkan oleh kita sebelumnya, namun sangat indah bila kita manfaatkan untuk mengungkapkan ide kita ke dalam tulisan. 



Menulis setiap hari juga akan membantu. Ibarat atlet lari yang perlu joging harian, penulis juga begitu. Perlu menulis setiap hari untuk melemaskan "otot-otot" menulisnya. Kalau sudah terbiasa, menulis itu akan terasa indah dan menyenangkan. Kelak engkau akan bangga berkata, "Writing is not my hobby. It's a part of my lifestyle". Selamat berkarya! Semoga bermanfaat...