Jumat, 26 Juni 2015

Belahan Jiwa

Hari ini mentari pagi bersinar begitu teriknya, terlihat ia amat bersemangat untuk memulai hari ini dengan berjuta ragam tantangannya. Setahun sudah berlalu, sejak kejadian itu, ahh mungkin sudah tidak ada lagi yang mengingat itu semua. Haha.. aku hanya bisa tertawa pada diriku sendiri jika mengingat semuanya.

Tak terasa memang, dan aku bersyukur bahwa ternyata melewati hari-hari itu tidak semenyakitkan yang dulu kubayangkan. Semua ternyata baik-baik saja ^^

Malam memang tidak pernah bisa terpisah dari senja, mereka selalu berkaitan, tanpa senja malam tak akan menjelang, tanpa malam, senja tak akan tiba. Mungkin memang beginilah takdir bekerja.

Sebagaimana makna dari sebuah firman Allah yang sangat indah, yang maknanya "Bahwa terkadang apa-apa yang kita anggap baik untuk kita, belum tentu hal itu baik bagi kita di mata Allah, dan sebaliknya, bisa saja ternyata apa-apa yang kita anggap buruk dan tidak menyenangkan untuk kita, justru hal itulah yang terbaik bagi kita disisi Allah" (Lupa Q.S berapa ^^v)

Saat ini, aku justru bersyukur, karena bukan aku yang terjebak semalaman bersama malam kala itu. Mungkin saja, jika itu terjadi, kisah ini akan berbeda ceritanya. Tapi, inilah takdir kita :) kita ditakdirkan untuk tetap menjadi sahabat selamanya. Dan aku bersyukur karenanya. Bagiku, sahabat adalah segalanya. Tanpa sahabat, kurasa beban kehidupan ini akan terasa jauh lebih berat untuk dijalani. Karena tidak ada tempat untuk kita bisa saling berbagi dan saling memnguatkan satu sama lain. 

Sahabat bagiku adalah belahan jiwa, jauh lebih tinggi derajatnya dibandingkan hal lainnya. Bagiku, jika kehilangan sahabatku, maka aku seperti kehilangan separuh energi dalam mengarungi perjalanan hidupku. Karena sahabat ibarat matahari pagi, atau bintang di malam hari. Kehadirannya mengingatkan kita bahwa Allah senantiasa dekat dan pasti akan selalu menolong hamba-hambaNya.

Itulah yang kusyukuri, karena kau masih tetap sahabatku. Aku tak ingin ikatan yang telah terjalin indah ini dengan mudahnya terurai hanya karena sesuatu hal yang kurasa masih bisa kita kesampingkan, bisa kita kendalikan dan kita arahkan. Aku tak ingin persahabatan kita bisa dengan mudahnya dihancurkan dan dikalahkan oleh perasaan sentimental seperti itu, yang bisa jadi mungkin hanya sementara atau sesaat saja. 

Itulah kenapa, aku merasa sangat bersyukur hari ini. Karena kurasa, kita telah mampu melewati itu semua dengan baik :)

Kau tahu senja, dulu saat kau katakan kau akan menikah dengan malam, aku merasa seperti senyumku untukmu adalah palu gada yang mencabik-cabik hatiku dengan kejam. Aku sudah seperti lilin yang tak lagi memiliki sumbu, seperti kunang-kunang yang tak lagi mampu terbang, bahkan seperti lautan yang tak lagi mampu beriak dan bergelombang. Aku hancur. Pupus sudah semua rasa terpendam yang selama ini kurasakan. Pelabuhan hatiku telah karam, bahkan sebelum kapalku sempat berlabuh dihatinya.

Yaa, aku memang terlihat sangat menyedihkan saat itu. Tapi, hari ini aku sadar. Tanpa hari itu, aku tidak akan pernah menjadi aku yang seperti hari ini :)

Semua kejadian yang telah kita lewati setahun terakhir ini telah memberikanku banyak sekali pelajaran berharga. Aku jadi mengerti banyak hal yang mungkin selama ini terlewatkan begitu saja dari ruang hidupku. Aku jadi dapat melihat hal-hal baru yang selama ini luput dari perhatianku. Aku juga jadi lebih mengenalmu, mengenalmu jauh dari sisi dirimu yang biasanya. Aku baru tau, kamu juga ternyata punya sisi lain yang selama ini tak pernah aku ketahui. Atau jangan-jangan selama ini aku memang tidak sepeka itu ya, hahaha XD

Dan yang paling berbekas dan sangat berkesan dihatiku yaitu, aku merasa bahwa begitu indahnya ternyata rasa pasrah dan ridha terhadap pilihan Allah itu. Aku jadi tau, bahwa ternyata bergantung hanya pada Allah saja itu adalah hal yang paling indah dan paling menenangkan yang pernah ada di dunia ini selama aku hidup. 

Ternyata selama ini, aku terlalu sombong dan angkuh dalam memandang kehidupan. Aku selalu terbiasa mandiri sedari kecil sehingga aku selalu merasa mampu melakukan apapun sendiri. Hingga hal itu membuatku lupa, bahwa aku tak sekuat itu jika hanya mengandalkan diri sendiri saja. Aku menjadi sadar, betapa kecil dan kerdilnya diriku ini tanpa Rabb ku. Dan disanalah Allah membangunkanku dari tidur panjangku, seolah mengatakan dengan lembut "AKU selalu ada untukmu" :')

Kyaaaaaa... Kau tau senja?
Alasan itulah yang membuatku dapat tersenyum tulus saat menghadiri resepsi pernikahanmu. Aku percaya, Tuhanku ini selalu memberikan yang terbaik untuk hamba-hambanya dan tak akan pernah mendzoliminya. Hanya saja, terkadang kita yang suka berprasangka seenaknya kepada-Nya.

Sungguh, setelah hari itu. Aku justru merasa bahagia karena pernah mengalami ini semua. Bahagia karena bisa bersahabat denganmu. Bahagia karena aku menolak pulang cepat-cepat sore itu. Bahagia karena meninggalkanmu sendiri saja bersama malam kala itu. Dan bahagia karena diam-diam aku telah jatuh cinta, hahaha

Dunia memang tidak adil, tapi takdir itu selalu adil senja. Percayalah itu, seperti aku yang selalu mempercayainya ^^

Takdirku, takdirmu, dan takdirnya. Itu semua sudah diatur dengan indahnya di atas sana. Toh, kita memang hanya dituntut untuk menjalaninya dengan penuh keridhaan saja kan? Untuk apa berpusing-pusing ria pada sesuatu hal yang sudah terjadi, toh hal itu tak akan merubah apapun, justru bisa jadi malah memperkeruh keadaannya. 

Jika memang sedang diberi bahagia, ingatlah bahwa kebahagiaan di dunia hanya sementara, hingga kita tak merasa kufur dan lupa akan hakikat alam semesta sesungguhnya. Dan jika sedang diberi kesedihan dan kepelikan, ingatlah juga bahwa hal itu tak akan terjadi selamanya. Karena kepedihan yang kekal itu sesungguhnya hanya akan ada di neraka saja, dan orang-orang yang merasakannya adalah mereka-mereka yang pernah mengalami mati saja. Jadi, selama masih merasa nafas belum terlepas dari kerongkongan, jangan merasa putus asa terhadap rahmat Allah. Karena, semua yang kita rasakan hari ini tidaklah kekal selamanya :) 

Terakhir, selamat atas kelahiran venus :D Aku sangat bahagia untukmu ^^ Kuharap, kebahagiaan ini akan kekal dan tidak semu ^^ haha Karena kurasa, sesuatu yang kita lakukan karena Allah itu tak akan lekang oleh waktu hehe

Sampai jumpa lain waktu senja, kurasa hari ini aku bisa mengakhiri kisah aneh kita sebelumnya dan memulainya denga kisah baru yang jauh berbeda ^^

Salam hangat dan penuh cinta,
Jingga

Mengenalkan Allah Kepada Anak

Sub pembahasan: Mengenalkan Allah Kepada Anak Usia Dini

oleh Kiki Barkiah
(ibu dari 5 anak, homeschooler, Ketua yayasan komunitas Homeschooling Muslim dan Rumah Tahfidz Al-Kindi Mahardika Batam)

Disampaikan dalam kuliah via whatsapp Komunitas Home Education Berbasis Potensi dan Akhlak group Cilacap Purwokerto
Mengenal Allah adalah sebuah proses penting dalam kehidupan manusia. Hanya dengan mengenal Allah seseorang akan mengetahui secara hakiki tujuan kehidupannya. Hanya dengan mengenal Allah seseorang dapat memahami apa yang Allah inginkan terhadap kita sebagai makhluk yang diciptakan-Nya. Hanya dengan mengenal Allah kita bisa memahami hakikat keimanan dan ketakwaan kepada Allah. Hanya dengan proses mengenal Allah yang berbuah keimanan dan ketakwaan, seseorang dapat meraih keberuntungan, kemenangan serta kebahagiaan di dunia dan akhirat. 

Mungkin kita adalah seseorang yang termasuk terlambat dalam memulai proses mengenal Allah. Sementara kita berharap dapat melahirkan generasi yang jauh lebih baik dari kita khususnya dalam hal mengenal Allah. Maka muncullah kebingungan bagaimana kita sebagai orang tua harus mengawali proses mengenalkan Allah kepada anak-anak kita. 
Sebelum kita mengenalkan Allah kepada anak-anak, tentunya proses pemahaman itu harus diawali dadi diri kita. Kita harus terus belajar mengenai konsep ketuhanan dan bagaimana konsep tersebut dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehingga mampu melahirkan kepribadian diri yang memiliki kualitas keimanan dan ketakwaan yang baik.

Menggali dari berbagai literatur, beberapa point konsep ketuhanan yang perlu diketahui anak-anak adalah:
1. Allah sebagai pencipta
2. Allah sebagai pemberi rezeki
3. Allah sebagai pengatur alam
4. Allah sebagai pemilik
5. Allah sebagai pemimpin
6. Allah sebagai pembuat hukum
7. Allah sebagai pemerintah
8. Allah sebagai satu-satunya yang disembah

Materi diatas tentunya disampaikan secara bertahap sesuai tahapan usia dan dengan pilihan bahasa yang sesuai dengan tahapan kedewasaan mereka. Materi ini bukanlah materi yang disampaikan dalam 8 pertemuan pelajaran, namun materi ini adalah materi yang harus terus kita internalisasikan dalam diri seorang anak sepanjang masa.
Dalam prakteknya, penyampaian materi ini tidak harus selalu disampaikan dengan metode ceramah , konsep ketuhanan dapat kita selipkan diantara kejadian-kejadian sederhana disekitar kita seperti saat mendongeng, saat kunjungan edukasi, outdoor ke alam, saat makan, saat bermain, saat menonton dll, bahkan saat mereka celaka karena terjatuh, misalnya. Tentunya jiwa seorang anak yang terjatuh dan berdarah kemudian dimarahi dan disalahkan orang tuanya, akan berbeda dengan mereka yang celaka kemudian diajak merefleksikan kejadian sebagai tanda kasih sayang Allah yang memberi peringatan dan menggugurkan dosa.
Dalam mengenalkan Allah kepada anak usia dini, beberapa konsep ketuhanan mungkin perlu ditunda atau disederhanakan penyampaiannya. 

Dalam tulisan yang berjudul Stategi Pendidikan Agama Sesuai Tahapan Usia Anak, Psikolog Innu Virgiani menyatakan bahwa :
Pada tahap anak yang berumur 3 – 6 tahun, konsep mengenai Tuhan banyak dipengaruhi oleh fantasi dan emosi, sehingga dalam menanggapi agama anak masih menggunakan konsep fantastis yang diliputi oleh dongeng- dongeng yang kurang masuk akal. Cerita Nabi akan dikhayalkan seperti yang ada dalam dongeng- dongeng. Pada usia ini, perhatian anak lebih tertuju pada para pemuka agama daripada isi ajarannya dan cerita akan lebih menarik jika berhubungan dengan masa anak-anak karena sesuai dengan jiwa kekanak- kanakannya. Dengan caranya sendiri anak mengungkapkan pandangan teologisnya, pernyataan dan ungkapannya tentang Tuhan lebih bernada individual, emosional dan spontan tapi penuh arti teologis.

Berdasarkan pengalaman penulis, secara bertahap beberapa konsep di bawah ini bisa kita sampaikan dengan bahasa yang sederhana melalui refleksi kejadian di sekitar mereka. Untuk tahap awal point-point materi Mengenal Allah yang bisa disampaikan kepada anak-anak usia dini, diantaranya:
1. Pada fasa gramatikal dimana anak menangkap informasi lebih pada kontekstual bahasa dan belum terlalu banyak mempertanyakan makna dibaliknya maka perbanyaklah mengenalkan kalimat Laa ilaha ha illlah,Tidak ada Tuhan selain Allah. Sebagaimana Allah berfirman dalam Al-Quran:
"Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan melainkan Dia" - (Q.S. Al-Baqarah 163)
Apabila menjumpai anak yang kritis dan bertanya Tuhan itu apa, maka kita bisa menjawab dengan bahasa sederhana yang menggambarkan konsep ketuhanan yang disebutkan diatas. Jika anak terus bertanya maka kita bisa mengenalkan lebih dalam lagi tentang sifat-sifat Allah yang dijelaskan dalam Al-quran. Insya Allah akan dibahas lebih mendetail dalam lanjutan artikel ini.

2. Jika menemui anak yang kritis dan bertanya mengapa tuhan hanya ada satu, maka kita bisa menyampaikan sifat Allah selanjutnya yaitu Allah tidak memiliki dan tidak membutuhkan mitra/partner. Jelaskan bahwa jika ada lebih dari satu Tuhan pasti akan terjadi kekacauan. Kita bisa memberikan contoh dari hal yang lebih dekat dengan kehidupan mereka. Misalnya, jika ada 2 supir yang mengendalikan satu mobil pasti akan terjadi kekacauan. Jika anak bertanya dari mana kita mengetahuinya, sampaikan bahwa hal tersebut disampaikan Allah dalam Al-quran
Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai ´Arsy daripada apa yang mereka sifatkan.
(QS: Al-Anbiyaa Ayat: 22)

3. Dalam kesempatan lain kita bisa mengenalkan Allah dengan diawali diskusi bertema keluarga. Misalnya, tanyakan kepada anak kita siapa nama ibu dan ayah mereka, siapa nama ayah dan ibu dari orang tua mereka, siapa saja nama saudara-saudara mereka dll. Kemudian lanjutkan diskusi ringan pada pembicaraan yang lebih dalam tentang mengenal Allah bahwa Allah tidak memiliki anak dan tidak memiliki orang tua sebagaimana dijelaskan dalam Al-quran 
“Tidak Dia beranak, dan tidak Dia diperanakkan.” (Al-ikhlas ayat 3).

4. Mungkin kita menjumpai anak yang kritis dan bertanya tentang seperti apakah Allah itu. Atau mungkin kita secara sengaja ingin menambah materi pengenalan Allah. Buatlah diskusi ringan di rumah yang diawali dengan bertanya tentang perbedaan wajah setiap orang, perbedaan jenis-jenis hewan lalu masuklah pada pembicaraan yang lebih dalam tentang Allah bahwa Allah yang menciptakan semua makhluk berbeda dari makhluknya dan tidak ada satupun yang menyerupai dan menandingi Allah, sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-quran 
"... Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat" - (QS. Asy-Syura : 11)

5. Manfaatkanlah kesempatan emas saat menemui kejadian-kejadian istimewa di sekitar kita. Sebagai contoh mungkin anak kita menemukan binatang yang mati. Bukalah sebuah diskusi sederhana tentang konsep mati atau sudah tidak hidup lagi. Sebutkanlah ciri-ciri sederhana yang tampak kasat mata mereka tentang perbedaan makhluk yang masih hidup dengan yang sudah mati. Sampaikanlah bahwa semua makhluk yang hidup akan mati pada akhirnya, sementara Allah selalu ada, hidup kekal/abadi dan tidak akan mati. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-quran 
Dialah Yang Awal (tidak berpemulaan) dan Yang Akhir (tidak berkesudahan)... " - (QS. Al-Hadid : 3)

6. Dalam sebuah kesempatan dimana balita kita sedang membutuhkan pertolongan, ajarkan mereka untuk meminta tolong dengan cara yang baik saat mereka tidak mampu menyelesaikan masalah mereka sendirian. Sampaikan bahwa meminta tolong setelah apa yang diusahakan tidak berhasil adalah sesuatu yang wajar bagi setiap orang. Setiap manusia pasti membutuhkan pertolongan orang lain. Lalu masuklah pada materi yang lebih dalam tentang pengenalan Allah. Allah mandiri/tidak membutuhkan bantuan makhluk-Nya, hanya zat lemah yang membutuhkan pertolongan sebagaimana yang disampaikan dalam Al-quran 
"Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup, yang berdiri sendiri... " - (QS.Al-Baqarah : 255)"

7. Saat kita menemukkan anak kita sulit tidur, ini bisa menjadi kesempatan untuk mengenalkan Allah. Sampaikanlah bahwa Allah menjadikan malam untuk beristirahat bagi manusia serta menciptakan siang untuk mencari karunia Allah. Semua manusia membutuhkan tidur untuk beristirahat karena yang tidak mengantuk dan tidak tidur hanyalah Allah sebagaimana yang disampaikan dalam Al-quran
"tidak mengantuk dan tidak tidur" (al¬Baqarah(2): 225)
8. Saat kita bersama anak-anak kita melihat sesuatu yang baru atau yang membuat ia merasa tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentangnya, usahakalah untuk selalu menyertakan Allah didalamnya. Sampaikanlah bahwa Allah yang menciptakan segala sesuatu, yaitu semua makhluk, alam semesta serta isinya. Adapun beberapa benda di sekitar mereka yang dibuat oleh manusia, sesungguhnya bahan bakunya berasal dari ciptaan Allah. Ajak anak untuk membedakan mana benda ciptaan Allah secara langsung, mana benda yang dibuat dan dikembangkan oleh manusia.
Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu
(Q.S Az-Zumar 62)

9. Ketika kita menemui anak yang sangat kritis bertanya tentang bagaimana wujud Allah, sementara jawaban-jawaban yang secara eksplisit ditulis di dalam Al-quran belum juga memenuhi kepuasan mereka dalam bertanya. Sampaikanlah bahwa kita dapat mengetahui kebesaran Allah dengan hanya melihat tanda-tanda kekuasan-Nya. Sebagaimana yang difirmankan Allah dalam Al-Quran bahwa apa yang diciptakan Allah merupakan tanda kesempurnaan dan kekuasaan Allah.
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang berakal,(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia Maha Suci Engkau,maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS.Ali Imran [3]:190-191)
Ajaklah anak berdiskusi tentang fenomena di sekitar mereka serta bagaimana Allah memberikan manfaat dari setiap penciptaannya. Berikan mereka pertanyaan-pertanyaan sederhana tentang apa yang akan terjadi jika penciptaan tersebut ditiadakan.
10. Mungkin kita menemui balita yang sangat kritis bertanya mengapa kita tidak bisa melihat Allah. Sampaikanlah bahwa kita bisa memahami keberadaan Allah melalui ciptaan-Nya meskipun saat ini kita belum bisa melihat Allah. Bagaimana mungkin ada penciptaan jika tidak ada penciptanya. Sehingga meskipun kita saat ini belum bisa melihat Allah kita yakin Allah itu ada dengan segala kebesaran-Nya karena kita dapat melihat buktinya melalui ciptan-Nya. Meskipun begitu, walaupun kita tidak bisa melihat Allah, Allah bisa melihat kita sebagaimana yang difirmankan dalam Al-Quran
”Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan bumi. dan Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan”. (Q.S Al-Hujurat 18)
“Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa. Kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (Qs. Al-Hadid :4)
Ingatkanlah mereka untuk senantiasa berbuat kebaikan dimanapun dan kapanpun karena Allah senantiasa melihat kita.
11. Ketika anak bertanya tentang keberadaan Allah janganlah kita menjawab bahwa Allah ada dimana mana meskipun dalam Al-quran Allah berfirman
Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke manapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.(115)
Penafsiran bahwa Allah ada di mana mana merupakan penafsiran yang salah.
Dalam Q.S As Sajadah ayat 4
Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ´Arsy. Tidak ada bagi kamu selain dari pada-Nya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa´at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?"
Yaitu) Rabb Yang Maha Pemurah. Yang bersemayam di atas Arsy .” (QS. Thoha : 5)
Sehingga saat anak bertanya dimanakah Allah, Allah ber-istiwa/bersemayam diatas ´Arsy, atau menetap tinggi di atas ´Arsy. ´Arsy secara bahasa artinya singgasana raja namun ´Arsy yang dimaksud didalam ayat al quran adalah sebuah singgasana milik Allah yang dipikul oleh para malaikat. Namun bersemayamnya Allah tidaklah sama dengan bersemayamnya para raja sebagaimana Allah menegaskan dalam quran bahwa tidak ada satupun yang menyerupai-Nya.
(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat (Q.s As Syura ayat 11)
12. Ketika anak bertanya bagaimana ia bisa melihat Allah. Sampaikanlah bahwa ada diantara para penghuni surga yang sangat spesial yang mendapat hadiah tambahan yang istimewa yaitu dapat bertemu langsung dengan Allah. sebagaimana disampaikan dalam Al-quran
“Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya (melihat wajah Allah Ta’ala). Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya” (QS Yunus:26)

13. Mungkin kita menemui anak yang sangat kritis bertanya tentang bagaimana Allah membuat ini dan itu. Sampaikanlah bahwa bagi Allah menciptakan sesuatu sangatlah mudah. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran:
"Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia" - (QS. Yasin: 82)
14. Jadikanlah kejaidan di sekita mereka sebagai kesempatan mengenalkan bahwa Allah menciptakan segala sesuatu dengan tujuan, tidak ada satupun yang sia-sia
“Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka (Qs. Ali Imran 3 : 191).
Demikian beberapa poin pengenalan Allah yang bisa kita mulai pada awal-awal usia anak-anak kita. Konsep yang lebih dalam dapat kita sampaikan di tahapan selanjutnya.
Adapun output yang diharapkan dari pemahaman anak-anak pada tahapan ini adalah sbb:
1. Anak tumbuh dalam suasana yang menghidupkan nama Allah
2. Anak mengetahui bahwa tiada Tuhan selain Allah, meskipun pada tahapan ini anak belum mengetahui secara dalam apa makna serta konsekuanesi dibalik pernyataan tersebut
3. Anak senantiasa merasakan kebersamaan Allah dalam kehidupannya melalui proses berdzikir baik secara ayat kauliyah maupun kauniyah 
4. Dengan memahami konsep Allah sebagai pencipta diharapkan dapat membentuk kepribadian anak yang senantiasa menjaga, memelihara, dan memanfaatkan semua karunia Allah dengan cara yang baik. Secara bertahap mereka akan memahami bahwa segala sesuatu di sekitar mereka merupakan milik Allah yang dititipkan kepada kita.

Adapun metode yang bisa digunakan dalam mengenalkan Allah pada fasa awal-awal usia mereka diantaranya:
1. Membangun lingkungan yang memberi pengalaman religius bagi anak
2. Memberikan teladan pengamalan agama dan kedekatan kepada Allah didalam rumah
3.
Mengkaitkan sekian banyak pengalaman dan kejadian dengan nilai-nilai Ilahiah dan memperdalam pengenalan mereka akan sifat-sifat Allah
2. Membaca buku cerita yang bernuansa islam sesuai dengan tahapan usianya
3. Membaca kisah nabi yang disajikan dalam buku yang dirancang sesuai dengan tahapan usianya
4. Memperdengarkan ayat-ayat Al-quran dan mengenalkan bahwa Al-quran memuat pesan Allah kepada manusa. Misalnya ketika kita ingin memberi nasihat kepada anak kita, katakanlah "Kata Allah di dalam Al-quran........" Mungkin pada tahap awal redaksi perintah dari quran belum diberikan secara mendetail. Tapi minimal mereka mengetahui bahwa informasi tersebut didapatkan kita dari Al-Quran. Sejalan dengan pertambahan usianya, kita bisa melengkapi diskusi-diskusi kita bersama anak-anak dengan membacakan langsung ayat al-quran beserta artinya.

Referensi:
Ahammiyattu Ma'rifatullah-Materi Tarbiyah
Ath-Thariiq ila Ma'rifatullah-Materi Tarbiyah
Strategi Pendidikan Agama Sesuai Tahapan Usia Anak,Innu Virgiani, P.Si
http://quran-terjemah.org/o

Senin, 01 Juni 2015

Tipe Kepribadian ENFP

The Inspirer

ENFP adalah inisiator dalam perubahan, tajam dalam perseptif adanya kemungkinan. Mereka memberi energi dan merangsang orang lain melalui api antusiasme mereka. Mereka tak kenal lelah dalam mengejar sesuatu yang baru ditemukan. ENFP mampu mengantisipasi kebutuhan orang lain, lalu menawarkan bantuan. Mereka membawa semangat, sukacita, keaktifan, dan menyenangkan untuk semua aspek kehidupan mereka.

Mereka adalah yang terbaik dalam situasi yang memungkinkan mereka untuk mengekspresikan kreativitas mereka dan menggunakan karisma mereka. Mereka cenderung mengidealkan orang, dan bisa kecewa ketika realitas gagal memenuhi harapan mereka. Mereka mudah frustasi jika proyek tersebut membutuhkan banyak perhatian terhadap “detail”.

ENFP paling memiliki kemampuan besar. Mereka benar-benar hangat dan tertarik pada orang, dan sangat mementingkan hubungan antar-pribadi. ENFP hampir selalu memiliki kebutuhan yang kuat untuk disukai.

Mereka memiliki kemampuan luar biasa untuk memahami secara intuitif seseorang setelah waktu yang sangat singkat, dan menggunakan intuisi mereka dan fleksibilitas untuk berhubungan dengan orang lain.

ENFP menganggap sebuah rincian dalam kehidupan sehari-hari merupakan sesuatu hal yang sepele dan membosankan. Ketika mereka dihadapkan dengan tugas yang perlu kerincian dan runtutan aturan, mareka tidak menikmatinya dan bisa membuat frustrasi.

ENFP pada dasarnya orang yang bahagia. Mereka mungkin menjadi tidak senang ketika mereka terbatas karena sebuah jadwal yang ketat atau tugas-tugas rutin. Akibatnya, ENFP dapat bekerja dengan baik dalam situasi di mana mereka memiliki banyak fleksibilitas, dan di mana mereka dapat bekerja dengan orang-orang yang penuh ide. Banyak dari mereka membuat bisnis sendiri. Mereka memiliki kemampuan cukup produktif, selama mereka sangat antusias tentang apa yang mereka lakukan.

Ringkasan: Hangat, antusias dan imajinatif. Melihat hidup penuh dengan kemungkinan. Membuat hubungan antara peristiwa dan informasi, dan percaya diri untuk melanjutkan sesuatu berdasarkan pola yang mereka lihat. Ingin banyak penegasan dari orang lain, dan siap memberikan apresiasi dan dukungan. Spontan dan fleksibel, sering mengandalkan kemampuan mereka untuk berimprovisasi dan kefasihan lisan mereka.

Keywords: Gagasan dan kemungkinan, antusiasme, energi tinggi, keterampilan, beradaptasi, kreatif.Karir pekerjaan: Konseling, psikolog, guru, agama, seniman, hubungan masyarakat, musisi, komposer.

Sumber http://www.psikologizone.com/tipe-kepribadian-enfp

Bandung, 01 Juni 2015

Selasa, 19 Mei 2015

Catatan Terakhir Untukmu

Dua tahun sudah berlalu, sejak pertama kali kita memutuskan untuk hidup bersama. Kau tahu, terlalu banyak kurasa hari-hariku yang telah kau warnai. Dan sudah tak terhitung rasanya, berapa kali aku menempatkanmu di hampir setiap sudut kehidupanku. Kau sungguh sangat berharga bagiku, walau mungkin kau tak pernah sadari itu. Dan mungkin juga karena aku tak pernah mengatakannya padamu. Tapi sungguh, kau adalah harta berhargaku, kau adalah hal yang paling indah yang pernah kudapatkan setelah orang tuaku selama aku hidup. 

Ahh, andai saja aku mampu mengatakannya padamu. Tapi, kurasa tetap percuma, tetap tak akan mampu mengubah keputusannmu seandainya kini kukatakan padamu. Kau tau? kebersamaan ini adalah hal yang amat sangat aku impikan sedari saat awal kita berjumpa, mungkin kau tidak merasakan dan menginginkan hal yang sama denganku. Yaa, aku tau, aku hanyalah serpihan kecil yang hadir di hidupmu, sangat berbeda denganmu yang merupakan sebagian besar dari cerita hidupku.

Aku menyayangimu, sungguh, sangat menyayangimu. Kenapa kau harus pergi disaat aku bahkan tak pernah berfikir kita akan berpisah? Kenapaa?? Kenapa tak kau katakan diawal pertemuan kita bahwa kau tak akan selamanya ada disampingku?? Kenapaa???? Kenapa saat aku sudah terbiasa dengan hadirmu disampingku, kau harus menghempaskan aku pada kenyataan bahwa aku tetap akan kembali sendiri??? KEnapaaa???

JAwab aku. Jangan diam saja. Air matamu bukanlah jawaban untukku. KAu hanya akan membuatku ikut menangis dan membuang air tak berdosa ini semakin banyak!

Kau tahu? Setiap hari, saat aku merasa begitu lelah dengan segala hal yang terjadi dihidupku, aku diam-diam akan memandagimu dari balik ruang hidupku, dan mencari secercah cahaya penuntun agar aku kembali bangkit dan kembali menemukan alasanku untuk berjuang.

Kau tahu? Setiap aku merasa buruk dan kesadaranku mulai habis, aku akan mendatangimu, menemukan secercah keindahan dari balik tutur dan nasehatmu, lalu kita akan bermunajat bersama untuk mengeyahkan resahku.

Kau tau? Disetiap jalanku, selalu kusematkan namamu di setiap sudut-sudutnya, agar aku selalu ingat, bahwa setiap aku hendak melangkah keluar dari jalanku, aku akan kembali, karena aku tau, dijalan tempatmu beradalah aku akan selamat.

Dan kau TAUU??? Walau aku selalu terlihat tidak menyenangkan untukmu, aku selalu menyematkan namamu disetiap doa2 Rabithah ku, berharap bahwa persahabatan ini tak hanya akan terjalin di dunia fana ini saja, tapi kita tetap akan berjumpa dan bersahabat kelak di dunia abadi sana.

KAU tahu sahabatku? 
Tanpamu disisiku, aku tak tahu bagaimana aku akan menjalani hari-hariku. Aku terlalu terbiasa hidup bersamamu, aku terlalu terbisa dengan kehadiranmu, aku terlalu terbiasa dengan pertengkaran kecil denganmu, aku terlalu terbisa dengan canda tawamu. Aku tak sanggup rasanya memikirkan saat tak ada lagi kamu disisiku. Sungguh itu sangat menyakitkan.

Siapa yang akan membangunkan aku setiap pagi lagi? Siapa yang akan mengingatkan jam shalat dan makan ku lagi? Siapa yang akan menasehati aku saat aku futur lagi? Siapa yang akan menyambutku saat aku pulang? Siapa yang akan menemaniku tidur lagi saat aku merasa takut sendiri? Siapa yang akan membuat hari-hariku berwarna lagi?  Siapaa?? T.T

Aku tidak ingin berpisah denganmu, Sungguh aku tidak mau T.T
Tapi aku tau, apapun yang aku katakan, kau tidak akan mengubah keputusanmu. Aku hanya bisa tak setuju dalam diam, menangisi kemalanganku sendirian, menulis hal tak berguna ini sambil berurai air mata. Entah kau akan tahu bahwa aku menulis untukmu atau tidak. Aku tak peduli, yang ku tau saat ini, aku begitu sakit dan kehilangan...

Kehilangan sosok yang sudah kuanggap seperti saudaraku sendiri. Meski dalam sehari kita hanya bertemu beberapa saat, bahkan pernah dalam seminggu kita hanya bersapa beberapa kali karena kesibukan masing-masing, tapi akan selalu ada hari dimana kita bisa menghabiskannya berdua. Hanya berdua atau bersama beberapa teman lainnya. Mengingat hal itu, hanya membuatku semakin terpuruk. Sangat sakit rasanya, seolah jantungku diremas paksa oleh tangan besi dan berkawat duri. Sesak sekali, kau tau bagaimana rasanya kehilangan? Kuharap kau tidak tau, karena itu sangat menyakitkan...

Siang itu, saat kau mengatakan kau akan pergi, aku hanya bisa diam dan meninggalkanmu sendiri. Aku tak bermaksud ingin menyakitimu dengan sikapku, namun aku juga tak tahu harus bereaksi seperti apa. Aku teramat sangat merasa kecewa dengan keputusanmu. Sungguh kecewa dan terluka. Kenapa kau sangat tega meninggalkanku seperti ini, setelah sekian lama kita hidup bersama. Tanpa pemberiathuan, tanpa peringatan, tanpa pembicaraan sebelumnya. Kau dengan tiba-tiba memutuskan akan pergi, dan dalam waktu cepat. Hanya berjarak beberapa hari dari saat kau memberitahuku kau akan pergi. 

Dan, ooohh Tuhan. Kau ingin aku bereaksi seperti apa mengetahui kenyataan ituu girl???

Marah, Mengamuk ,Meneriakimu?? Sungguh hal itu sangat ingin aku lakukan jika memang mungkin. Tapi, tentu tak akan aku lakukan. Aku tak ingin menambah catatan hitamku dibukumu.

Dan hari ini, setelah bergulat dengan air mata dan tulisan tentangmu seharian penuh. Akhirnya aku hanya bisa pasrah. Pasrah pada takdir yang menorehkan kisah kita. Pasrah pada Sang Pemilik sebaik-baiknya rencana, mungkin dibalik kejadian hari ini, Tuhan telah menyiapkan hal yang tak akan pernah kita duga sebelumnya.

Yaapp. Ya sudahlah jika itu sudah menjadi keputusanmu. Kuharap, hari-harimu selalu bahagia disana, yaahh walau aku tahu selama ini kau selalu bahagia, ada ataupun tak ada diriku haha..
Dan doakan aku, semoga aku mampu menjalani hari-hariku dengan baik dan tak pernah pergi keluar dari jalanku karena pagar pembatasnya telah pergi :')

"Ku harap kau akan selalu mengingatku, mengingat bahwa kita pernah berjuang bersama, melewati malam-malam yang menenangkan bersama, melewati hari-hari yang menyenangkan bersama, dan mengabdi kepada Rabb kita bersama. Pesanku, Jika suatu hari nanti, ternyata kau mendapatiku berada di salah satu jurang neraka, kumohon katakan pada Rabb kita bahwa dahulu kita pernah bersahabat karena-Nya dan mintakan izin agar kita tetap bisa bersahabat selamanya"

Uhibbuki Fillah Ukhti... :')
(Bandung, 20 Mei 2015)


Selasa, 21 April 2015

Bahkan Laut pun Bisa Menangis...

Lautan terlihat membisu diujung samudra semu, menatap malam yang kembali kelabu dan beku. Tatapan hampa penuh luka itu menengadar dengan pasrah, terhampar dalam lelah, meregang dalam kenangan hampa. Semua terlihat tak berwarna meski pendar-pendar cahaya jingga masih tersisa di angkasa.  

Sore ini, langit seolah tau, bumi seolah mengerti, dan angin seolah memahami lalu kemudian menggiring mendung yang dengan berat hati akhirnya kembali menutupi seantero bumi. Membiarkan lautan kembali mengamuk seperti biasanya, membiarkan ia menyelesaikan dan menumpahkan segala amarahnya, kekesalan, kekecewaan, kejengkelan bahkan luka yang dirasakannya. Semua ang tengah melandanya benar-benar membuatnya hilang akal dan hampir gila.

Seperti sore ini, Lautan memang masih diam tak bergeming pada tempatnya. Tapi dari sorot matanya semua faham, ada yang terpendam disana dan menuntut untuk segera dilepaskan. Entahlah, seberapa besarnya kemarahannya kali ini. Yang jelas, pasti akan menjadi malam-malam penuh mimpi buruk dan kenangan-kenangan yang mengerikan.

Mau tak mau, memang semua harus memahami lautan. Terlalu besar memang beban yang harus ia tahan. Semua harus dipikulnya sendirian. Sedari ia lahir, ia memang sudah ditakdirkan untuk menampung segala sesuatu yang bahkan bukan miliknya, suka ataupun tidak suka, mau ataupun tidak mau, sukarela ataupun terpaksa, semua tetap akan melepaskan segalanya padanya. Semua tetap harus ditanggungnya seorang diri. Semua tetap akan menjadi tanggung jawabnya, bahkan sekalipun itu bukan karena kesalahannya.

Sungguh, aku sebenarnya sangat iba melihatnya. Ia terlihat sering sekali terdiam melamun seorang diri, dan bermuka keruh. Aku ingin menghiburnya, namun sayang sangat sulit untuk berkomunikasi denganya. Ia sangat tertutup, meski kami semua tau ia sangat baik hati. Tapi ia tak pernah membiarkan kami masuk dalam hidupnya terlalu dalam. Ia membangun benteng pertahanan yang amat sangat kokoh dan sangat sulit kami tembus. Ia pernah berkata, "Hidupku penuh dengan bahaya, jangan pernah sekalipun berusaha mencari tau atau ingin tau lebih banyak, atau kalian akan celaka".

Haaahhhhh...
Kami semua hanya bisa menghela nafas berat, terlalu banyak rahasia yang ia sembunyikan. Entah apa yang ada didalam sana, sesuatu yang tersimpan rapi didasar hatinya. Semuah rahasia besar yang hanya disimpannya untuk dirinya sendiri. Entahlah, hanya saja terkadang sangat menyakitkan melihatnya begitu tertekan dan terlihat begitu depresi.

Seperti hari ini, bukan hal yang aneh melihat lautan menampilkan wajah sesendu dan sehampa hari ini. Entah apa yang hilang dari hidupnya, kamu semua tak akan mampu menebaknya. Hanya perhatian kecil inilah yang dapat kami berikan untuk meringannkan bebannya.

Perlahan, langit telah menggelap dengan sempurna, petir dan halilintar telah bersiap siaga menerima kehadiran badai yang sepertinya sebentar lagi akan mengamuk dipermukaan laut. Yaa, malam ini, lautan akan kembali menangis, meski ia tak memperlihatkannya dan berusaha menutupinya dengan menghadirkan badai di permukaannya. Tapi kami semua tahu, bahwa ia benar-benar terluka begitu dalam dan menangis tersedu-sedu dibalik gelombang pasang. Semoga saja, esok hari, setelah mengamuk dengan hebatnya malam ini, lautan akan kembali berseri. Beriak-riak dengan ombak dan menari bersama pelangi di pagi hari.


Rabu, 15 April 2015

Takdir Terkadang Memang Tak Terduga

Sepertinya, langit tak lagi mengejar mentari, karena sekeras apapun ia berusaha, mentari tetap akan pergi berkeliling angkasa tanpa mau bertahan atau berhenti disatu titik saja.
Yaa, sepertinya langit sudah lelah meyakinkan mentari dan berusaha membuatnya mau bertahan pada satu pilihan. Apapun yang dilakukan langit, mentari tetap memilih pergi.

Sayangnya, mentari tak melakukannya untuk dirinya sendiri. Namun karena sudah menjadi kewajibannya untuk berputar mengitari angkasa, ia memutuskan tetap harus pergi. Jika sedetik saja ia mencoba untuk berhenti, bisa saja keseimbangan yang selama ini sudah berhasil dijaganya akan hancur lebur dan angkasa musnah seketika.

Mentari tidak bisa menjadi egois untuk kebahagiaannya sendiri. Dipundaknya, ada banyak beban dan amanah yang harus ia pikul dan selesaikan dengan penuh tanggung jawab.
 
Langit awalnya tak mau mengerti alasan mentari tetap memilih pergi. Ia benar-benar kecewa dan marah karena mentari tak pernah mau mengindahkan setiap kata-katanya, bahkan tangisan pilunya sekalipun. Ia benar-benar menginginkan mentari selalu disisinya, bertahan dan tenggelam dalam pelukannya. Selalu, dan selamanya. Ia hanya ingin menyimpan cahaya lembut dan hangat itu hanya untuk dirinya sendiri.

Namun, lama-kelamaan langit sadar bahwa dirinyalah yang justru amat sangat egois jika memaksakan impiannya pada mentari. Hingga akhirnya ia mencoba mengerti, mencoba memahami, dan mencoba berhenti.

Yaa, selain mengalah, ia juga telah lelah. Amat sangat lelah mempertahankan sesuatu yang tidak ingin dipertahankan. Yaa, sungguh itu lebih lelah dari pada harus setia menunggu seseorang selama bertahun-tahun lamanya meski tak tau kapan ia akan kembali.

Namun, pada akhirnya, langit faham. Bahwa, tak selamanya semua impian itu baik untuk dikabulkan. 

Mungkin, jika dilihat dari sudut pandang dirinya, ia akan merasa takdir begitu kejam dan tak berperasaan. Bagaimana tidak, ia yang telah berusaha melakukan segalanya dengan setulus hati dan mengorbankan segalanya tanpa harap kembali hanya untuk satu harapan, agar ia tetap tinggal dan tak pernah memilih pergi. Namun, semua ternyata tetap sia-sia.

Tapi, jika dilihat dari sudut pandang berbeda, tentu jawabannya pun akan jauh berbeda. Dan itulah yang langit lakukan. Ia menemukan alasan itu dan mengikuti kata hatinya.

Meski sangat berat melakukannya, tapi ia percaya, mentari mungkin akan kembali dititik yang sama suatu hari nanti. Atau, jika ia tidak kembali, akan ada banyak bintang lainnya yang akan melewatinya, dan mungkin saja, salah satu dari mereka akan ada yang bersedia tinggal dan menemani langit sampai alam semesta menutup mata...

Yaaa, takdir itu memang terkadang tak terduga...

Senin, 30 Maret 2015

Serpihan Kenangan Tentangmu dari Balik Jeruji Rindu

Kau tau? Satu hal yang paling berharga di dunia ini bagi semua manusia adalah ketika ia masih mampu menatap mentari keesokkan harinya setelah ia jatuh terlelap di malam harinya.
Kau tau? Satu hal yang paling berharga bagi semua manusia adalah ketika ia mampu kembali memejamkan matanya dengan nyaman setelah seharian bertempur dengan berbagai masalah di dalam kehidupan.
Dan kau tau? Di dunia ini, hanya orang-orang yang mampu menemukan sesuatu yang berharga bagi merekalah yang mampu bertahan.
Seperti halnya aku. Atau mungkin kamu.
Dan inilah kisahku, hingga aku menemukanmu.

Penemuanku berawal dari sebuah perkenalan yang sangat singkat dengan seorang gadis cantik berkerudung lebar, yang tanpa kusadari saat itu kehadirannya sangat mempengaruhi hampir seluruh kehidupanku setelahnya.

Tidak banyak cerita yang kami bicarakan kala itu. Hanya celotehan kecil dari bibirku yang bercerita tentang asal usulku sebelum menginjakkan kaki di kampus putih biru tampatku menimba ilmu saat ini, dan selama perkenalan singkat itu, senyumnya yang hangat tak pernah lepas terukir dari bibir manisnya setiap menanggapi cerita-ceritaku. Ia pendengar yang baik. Amat sangat baik, bahkan tak pernah sekalipun ia berusaha untuk mengalihkan ceritaku atau hanya sekedar menceritakan sedikit hal tentang dirinya atau mungkin memulai mengarahkan pembicaraan agar aku mengikuti alur pembicaraannya. Namun tidak. Ia hanya mendengarkanku dan sesekali tertawa atau tersenyum menjawab ekspresi yang kutampilkan karena cerita-ceritaku.

Dan pertemuan-pertemuan itupun terus berulang dan berulang, sekali, dua kali, tiga kali, hingga berkali-kali. Bahkan aku sendiri pun tak dapat lagi menghitung, entah sudah pertemuan keberapa saat terakhir kali aku bercengkrama dengannya.

Darinya, aku mengenal banyak hal. Aku melihat sebuah dunia yang berbeda dari duniaku sebelumnya. Aku bertemu dengan banyak sekali orang-orang hebat saat bersamanya. Aku dipertemukan dengan kejadian-kejadian hebat saat disampingnya. Dan aku mengalami banyak peristiwa-peristiwa yang menggetarkan jiwa dari pertemuanku dengannya.

Ya, ia memang menjadi pusat duniaku, sebelum pusat duniaku teralihkan ke sesuatu yang akhirnya kuanggap berharga hingga hari ini. Ialah orang yang mengenalkanku dengan sebuah keluarga baru. Keluarga yang berisi orang-orang hebat dan hangat. Keluarga yang memiliki ikatan luar biasa walau terdiri dari orang-orang yang berasal dari berbagai belahan dunia. Keluarga yang menjunjung tinggi satu cita-cita yang sama dan bergerak memperjuangkannya dengan barisan yang kokoh dan teratur.

Kau tau? Sungguh bukan suatu hal yang mudah pada awalnya untuk bisa melebur menjadi satu. Disaat perbedaan menjadi jurang lebar pemisah keakraban, saat keterasingan menjadi momok menakutkan di setiap pertemuan, saat gesekan-gesekan perasaan mengaburkan hampir semua titik kerasionalan, dan saat rasa lelah dan jengah merasuk perlahan dan mulai menggerogoti iman. Disaat seperti itulah kau akan dituntut untuk setia dan terus bertahan.

Ya, bertahan itu penuh perjuangan. Kau tahu? Memilih itu mudah, yang sulit itu adalah bertahan dengan pilihan itu sendiri. Seperti keluarga ini. Bersama itu sungguh mudah, namun yang tersulit adalah mempertahankan kebersamaan itu agar terus selalu terjaga hingga ajal memisahkan semuanya.

Hanya orang yang berjiwa kuatlah, yang mampu bertahan hingga akhir perjalanan. Dan disinilah aku menemukan sebuah pelajaran berharga, karena yang namanya keluarga, terkadang memang tak selamanya selalu ada disamping kita. Namun dapat dipastikan, bahwa akan selalu ada yang menerima dan menyambut kita, saat kita kembali pulang ^_^

Yaa, banyak sekali anggota dari keluarga ini yang merantau dan menebar misi diberbagai negeri. Namun kita semua tahu, dan kita semua percaya, bahwa rumah kita satu, dan akan selalu terbuka lebar menyambut kepulangan kita dengan pelukan hangat dan sapaan mesra. Karena dirumah inilah kita lahir bersama, dan dirumah inilah kita akan kembali bersua  ^_^

Salam Rindu untuk Keluarga Besarku, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia.