Jumat, 21 Februari 2014

Bodohnya Diriku...

Merasa menjadi manusia tak berguna...

Hahaha, hanya bisa tertawa dengan statment diatas. Tentu saja ini hal yang lucu, lucu sekali. Saat seseorang merasa dirinya sudah tidak lagi memilki potensi yang mampu diberikan ke umat, ya inilah akhirnya statment yang dapat ia buat. Memang hal ini terkesan sangat pengecut, tapi yahh apa mau dikata. Terkadang memang ada keadaan saat seseorang tidak dibutuhkan dimanapun dan diletakkan ditempat-tempat yang hanya meminta potensi seadanya. Hal ini terbukti dengan pengalamanku sendiri. Emang niatnya mau curhat sih disini.

Walau aku sendiri mengaggap lucu statment diatas, tapi tak dapat kupungkiri saat ini aku tengah merasakan hal itu, perasaan saat dimana kita dianggap menjadi seseorang yang dikesampingkan, yang ada hanya sekedar untuk pelengkap dan bumbu tambahan. Hal inilah yang membuat semangatku terluka, seperti ada suatu rasa didalam dadaku yang membuncah bagai lava gunung berapi yang telah berabad-abad lamanya terpendam didasar bumi, semua bergelung-gelung menjadi satu dan seakan mencoba menerobos ingin memuntahkan laharnya keluar dari rongga dadaku. Air mataku pun mulai menumpuk di pelupuk, dan memang tak berapa lama kemudian meluap lalu membentuk sebuah anakan sungai dipipiku. Haahhh, pengecut. Memang. aku akui aku memang seorang pengecut. Yang hanya karena masalah sekecil ini aku harus merasa sakit. Tapi tak dapat dinyana semua tengah kurasakan sekarang. Ingin rasanya aku lari dari kenyataan dan mengundurkan diri dari jalan ini, tapi itu akan semakin membuat daftar kriminalku bertambah tebal. Ya Tuhan. Salahkah aku merasakan hal menyakitkan seperti ini? ataukah memang tak seharusnya aku merasa tersisihkan? atau apakah selama ini aku yang tak menyadari bahwa aku memang sudah terpisah dari yang lain?

Tuhan, aku tahu saat ini aku sedang dalam keadaan kalap, tak tahu mana yang baik dan mana yang buruk. Ya, posisiku sedang dalam keadaan emosi penuh, sehingga aku masih belum mampu berfifir jernih. Aku merasakannya, memang tumpukan lahar didadaku ini bukannya surut tetapi justru malah semakin membuncah setiap kali aku mengingat peristiwa ini. Sejujurnya, aku juga tidak ingin mersakan hal ini, ini sungguh konyol dan sangat kekanak-kanakan. Tapi aku mampu berbuat apa?? aku tak mampu berbohong dengan mengatakan tidak apa-apa, tetapi sebenarnya aku merasa sangat terluka. Aku tak sanggup. Benar-benar tak sanggup lagi.

Bodohnya aku memang. Bodoh karena telah merasa menjadi orang yang dibutuhkan dijalan ini. Tapi nyatanya... Seberapa besarpun aku berusaha memantaskan diri. Aku tetap tak sanggup bertahan...
Mungkin memang semakin bodoh aku saat memutuskan berhenti, tapi saat ini, rasa sakit ini membuatku buta untuk mengambil keputusan lain.. :'(
Maaf... :'(
Lagipula aku pun menyadari, bahwa aku memang bukanlah orang yang memiliki potensi apa-apa, sehingga ada maupun tidak adanya aku, tidak memiliki pengaruh apa-apa...
Lelah memang berjuang dijalan ini, tetapi sangat sakit saat lelah itu harus bercampur dengan rasa tidak dibutuhkan...

Rabu, 19 Februari 2014

Catatan tanggal 17 Feb 2014

Sebuah pertemuan indah selepas magrib hari ini memberi rasa yang cukup menusuk di dalam kalbu. Benar-benar membuatku membuka mata selebar-lebarnya bahwa dunia memang tidak sekecil itu. Tidak hanya selebar dunia di mana kita biasanya beraktivitas. Dunia ini memang ternyata sangat lebar bersama dengan berjuta masalahnya.

Aku hanya dapat terpaku, saat melihat dan mendengar sendiri segala hal yang selama ini mungkin kucoba untuk tak mau tahu. Ya, luasnya dunia itu bukan kita tak tahu, tapi terkadang memang kita yang tak mau tahu dan tak berusaha mencari kesempatan untuk tahu. Jangankan untuk bergabung dan menjadi pemeran di panggung sana, hanya sekedar mencari tahu saja kadang kita enggan.

Sore ini saat mendengar kabar dari saudari-saudariku, sungguh aku benar-benar merasa tertampar. Sebuah tamparan yang sangat keras menghantam kalbu ini hingga berkeping-keping. tiba-tiba terbersit sebuah pertanyaan sederhana yang selama ini mungkin selalu aku sepelekan,

kemana saja aku selama ini?

apa saja yang telah aku lakukan?

kemana ku buang waktu-waktu luangku?

Mengapa dari dulu hingga detik ini aku hanya berada di titik ini?

kemana sajakah semua waktu luang yang selama ini kumiliki?

Kenapa aku hanya berjalan ditempat tanpa mampu melakukan apapun hanya untuk selangkah lebih maju?

Kemana?? aku kemana?? apa yang sedang aku lakukan??

Sakit sekali rasanya, saat kusaksikan dengan mata kepalaku sendiri, saudara-saudariku tengah berjuang disana, di dunia yang bahkan untuk mencari tahunya saja dulu aku enggan. Mereka menangis darah, mengorbankan segalanya di jalan ini, waktu berharga mereka, harta mereka, tenaga mereka, fikiran mereka, bahkan perasaan mereka.

Mereka korbankan semuanya, tapi aku dan sebagian besar 'yang lain' masih saja berdiri dan hanya berjalan ditempat. Terdiam membisu menyaksikan saudara-saudara berpotensi itu berjuang mati-matian sendiri. Tanpa menyadari bahwa diam berarti tak berarti, bahwa diam berarti tak memiliki kontribusi, bahwa diam berarti tak berpotensi. Dan bodohnya lagi aku masih berusaha mengumpulkan serpihan-serpihan kenyamanan yang enggan untuk aku lepaskan. Masih saja tertaih-tatih dan terseok-seok hanya untuk memikirkan kepentingan diri sendiri.

Aku masih saja disini, masih berkutat dengan nilai, masih berkutat dengan perasaan, masih berkutat dengan amalan-amalan yang tak sampai2 target, masih merasa berat untuk melepaskan waktu istirahat, masih mengeluh dengan keadaan yang tidak nyaman, masih AAHHH..!!

Jelas. Pantas saja waktu ini seakan diam tak berputar, karena memang diri ini yang beku dan enggan untuk memutarnya. Disaat yang lain sudah berfikir untuk peradaban, aku masih terpaku memikirkan nasibku sendiri dimasa depan..

Ya Allah. Kemana aku selama ini????

Ternyata, sudah banyak sekali hal yang selama ini aku lewatkan :'(

Sabtu, 01 Februari 2014

Judulnya Lagi Galau :'(

Malam ini, entah kenapa temanya lagi galau..
hahaha, bukan apa2, galaunya ga kaya gitu kok.. emang sedang ingin curhat aja, menumpahkan semua yang ada di hati dan fikiran.. kayaknya udah membludak saking penuhnya,, hehehe

Awalnya sih, karena liburan yang ga produktif,, yaah sebenernya aku menyesalkan kenapa liburan semester 3 kali ini bergitu menyedihkan, kalau dibilang happy sih, aku happy. tapi imanku tidak :'(
Aku sedih siih, saat menyadai liburan ini akan berakhir, tapi sayangnya tak satupun prestasi kali ini mampu kuukir, bukan berarti pada liburan - liburan semester lalu aku mendulang banyak prestasi,, hehehe
hanya saja kali ini terasa sekali tidak produktifnya aku menggunakan waktu :(

Yaah, dimulai dari liburanku yang basah karena kebanjiran, hahaha itu sih pengalaman yang menyenangkan untukku :D tapi aku jadi lalai dengan ibadahku.. disinilah dilemaku mulai muncul :(

Setelah kembali ke bandung, aku keterusan :'(
Asyik berleha-leha dengan kesenangan duniawi, mentang-mentang saat itu sedang tidak shalat, lantas aku merasa punya kesempatan luas untuk berlaku sesuka hati... Astagfirullah :'(

Aku tau aku sudah terlewat batas :'(
jangankan ibadah sunnah, selepas haid shalatku saja berantakan :'(
jangankan hafalan, tilawahku saja ga karuan :'(
dan saat aku tertatih-tatih memperbaiki semua, tak terasa liburan ini sudah mencapai ujungnya...
dan aku belum menyelesaikan beberapa rutinitasku yang harus kukembalikan seperti semula...
oh Tuhan, aku menyesal :'(

Sediih dengan keadaaanku yang seperti ini, jika begini terus jangankan surga, kehidupan dunia saja mungkin aku tak akan memperoleh kebahagiaan mencicipi manisnya iman kepada-Nya :'(
Hiks..hikss..hikss...
#DalamPenyesalanYang TeramatDalam