Jumat, 11 Januari 2013

Renungan :)

Sekali-kali cobalah BERTERIMA KASIH kepada orang-orang yang telah menyusahkan kita karena sebenarnya mereka memang ''diutus'' oleh Sang Maha Ada tiada lain untuk MEMBANTU KITA.

Begitu Pula kepada kondisi yang menyusahkan, keadaan yang mencemaskan, ataupun pada situasi yang menyedihkan. Sesungguhnya semua itu tiada lain dikirimkan-Nya tiada lain demi MENYEMPURNAKAN DIRI KITA.

Pengemudi yang ugal-ugalan, orang yang jahat, orang yang sewenang-wenang adalah : Peluang untuk MEMBENTUK Kesabaran.

Kiriman yang Pas-pasan adalah, peluang untuk MENUMBUHKAN RASA SYUKUR.

Suasana yang Ribut dan Gaduh adalah, Peluang untuk MENUMBUHKAN KONSENTRASI.

Orang-orang yang TAK TAHU BERTERIMA KASIH adalah, Peluang untuk Menumbuhkan PERASAAN KASIH Tanpa Syarat.

Orang-orang yang MENYAKITI kita adalah, Peluang untuk MENUMBUHKAN Kualitas RELA MEMAAFKAN.

Selasa, 08 Januari 2013

Sekelumit Asa



Mungkin aku pernah merindukan sebuah kisah bahagia,
bahkan sepertinya aku juga pernah menanti harapan untuk menjadi bahagia
dan juga pernah merasa bahagia menjadi pemeran utama walau sebentar kurasa

Namun,
semua akan kembali menjadi kisah bisu yang tak berarti apa-apa...

tidak semua cerita menjanjikan kebahagiaan pada akhirnya, tak banyak kisah tragis dan memilukan menjadi akhir dari sebuah perjalanan panjang...
dan kebanyakan kisah akan selalu berulang dalam kehidupan...

seperti hari ini, 
saat matahari mulai tenggelam dibalik peraduan...
dan purnama enggan menyapa alam, tenggelam dalam tebalnya awan berwarna kelam...
menyisakan semburat kelabu dalam pekatnya malam...
kini, kekosongan mulai terasa menggerogoti ruang jiwa...
semakin tertatih dan terseok berjalan menapaki kehidupan...

disepanjang senja yang bening menghias cakrawala,
di tengah semburat pelangi yang kaku dan tak bernyawa
di antara mendung yang menggangtung dalam lengkungan
aku masih berharap...

berharap masih ada setitik asa untuk bangkit dari keterpurukan...
berharap masih bertemu dengan sepercik harapan untuk penyangga kalbu yang mulai kering kerontang...
berharap masih ada sebuah pertolongan Tuhan untuk menyongsong hari yang kian mendung dan hujan...

Aku tau tak selamanya duka akan bersemayam, 
namun kian hari badai duka ini tak kunjung reda dan menghilang
deru angin semakin kencang dan awan mendung enggan pergi meninggalkan ruang kehampaan

aku tau tak ada gunanya meratap,
namun aku benci bila akhirnya harus aku kembali yang tersalahkan...

Biarlah...
toh kehidupan tetap akan berjalan, tak peduli seberapa dasyat badai menerpa dan menghantam
bumi akan terus berputar, tanpa harus terusik oleh sebuah gempa dan tsunami sekalipun...

- I Believe -

Setelah kufikir-fikir, menunggu itu ternyata melelahkan. Aku lebih suka mengejar dan terus berjuang hingga aku merasa tak mampu dan tak sanggup menggapai itu, aripada harus duduk termanggu menanti dan menunggu tanpa kejelasan. Hanya terdiam membisu dengan dada yang bergolak dan bergemuruh sesak.


Berulang kali fikiran rasionalku memperingatkanku untuk menghentikan semua kekonyolan ini, namun lagi-lagi, sisi melankolis ini selalu mampu mengalahkan alasan sebaik apapun. 


Yahh..
Sulit memang, namun ini adalah tantangan yang harus kutaklukkan. Tak mampu menang dari diri sendiri. Ironis memang. Namun ini awal yang baik untuk sebuah perubahan.

Seorang sahabat mengatakan, "Sesungguhnya kau memiliki potensi yang besar, kau hanya perlu mengarahkannya"

Awalnya aku tidak percaya. 
Bagaimana mungkin semua ini bisa menjadi potensi?

Namun sebuah kejadian kecil dari Tuhan, memberikan aku sebuah pelajaran...
Bahwa semua kejadian, pasti ada tujuan... :)

Selagi aku masih bertahan, masih berjuang, masih berazzam...
Tidak akan ada aral melintang yang mampu menghadang perjalanan ini...
Aku percaya, Janji Allah itu pasti!!! :D

Minggu, 06 Januari 2013

'Lelah'

Hari yang melelahkan secara batiniah...
Walau hari ini tak ada agenda yang cukup padat, namun aku merasa letih...
Amat sangat letih dengan semua ini...

Masalah demi masalah seolah tak kuasa aku hadapi. Padahal aku tahu, aku mampu melewati ini. Namun batinku terlalu lemah untuk berani mengambil keputusan dan bangkit.
Sebuah masalah sederhana, ternyata mampu mengusik seluruh kebahagiaanku dan sebagian besar ketenangan hidupku...

Hidup memang penuh masalah, dan hampir semua bukanlah hal yang sulit untuk terlewati. Namun, jika memang sudah menyangkut 'hal ini', aku selalu saja berhenti dan ingin menyerah...
Ia benar-benar racun yang mematikan bagiku. Ia mampu mengubahku sosok yang berbeda jauh dan membuatku mampu melakukan hal besar yang terlampau jauh...

Potensi memang, namun betapa bahagianya aku jika potensi ini mampu kuarahkan menuju garis positif dan menjauhi kuadran negatif...

Hanya saja, aku belum mencoba melangkah...
Semoga, setelah hari ini berlalu, aku mampu meniti sebuah jalan indah menuju 'cahaya'-Mu ya Rabb...

Sabtu, 05 Januari 2013

Lelaki impianku....



lelaki yang selalu merindukan masjid dan dirindukan Tuhan...
lelaki yg mampu mengumandangkan adzan terakhir di pusara ayah dan ibunya...
lelaki yang mampu tersenyum di saat terpahitnya...
lelaki yang tak pernah melupaka penciptanya saat suka maupun duka...
lelakiyang setia kepada junjungannya,,,
dan lelaki yang istiqomah pada jalan yang ditempuhnya...
di sirotulmustaqim...

Bissmillah... ^^

Terima kasih untuk rasa sakit ini...
Aku belajar menghargai diriku sendiri...
Membuka fikiranku bahwa ada yang lebih berarti selama ini yang mulai terbaikan...
Menjadikan aku lebih sabar dan ikhlas bahwa tak semua impian dan harapan itu baik untuk terkabulkan... :')

Titian jejakku...

Percayalah kawan.. 

Aku pernah merasakan apa yang kalian rasakan. Kegelisahan batin, pikiran yang tak tentu arah, bahkan pernah terlintas untuk menyudahi saja hidup ini *Naudzubillah.. Rasa apakah ini? Aku bagaikan seonggok daging tanpa "isi", darimanakah aku? Untuk apa aku hidup? Apa yang aku cari didunia ini? Kegelisahan" yang menyelimuti diri ini..Dengarkanlah kawan, aku pun pernah berdiri menantang badai besar dalam kehidupanku, sekali, dua kali.. Bahkan mungkin seringkali.. Aku melawan semua itu, sejak kedua kaki ini kuat berpijak, sampai aku dibuatnya bertekuk lutut untuk melawan..

Tersenyumlah kawan, karna langit yang biru itu akan segera datang dan langit yang gelap akan berlalu, berganti dengan hangatnya matahari..

Aku mencari "Nya" dengan tertatih, dengan mata yang melebam, jiwa yang penuh duka dan raga yang telah penuh luka.. Aku menangis, aku berserah, aku pasrahkan hidupku padaNya..
Dan "Dia"..... Telah menyentuh hatiku, mengobati segala perih yang aku rasakan, "Dia" tunjukkan bagaimana indahnya hidup ini. "Dia" berikan kehidupan baru padaku.

Ya Rabb-ku Terimakasih untuk semua pelajaran hidup yang telah aku terima... 
 Tanpa "Mu" aku tak-kan menjadi manusia baru yang lebih baik *Insyaallah :)