Kata-kata adalah senjata utama seorang penulis. Kalo penulis miskin kata-kata, ia kehilangan daya "kesaktian"-nya. Itulah yg sering terjadi pada penulis pemula yang kebingungan mengungkapkan ide yang sudah ada di kepalanya ke dalam tulisan. Sudah punya ide, sudah punya gambaran yang ingin di sampaikan dalam otaknya, tapi saat ingin diekpresikan dalam tulisan, ia mengalami kesulitan. Kalaupun bisa, baru satu paragraf sudah serasa mentok. Kata-kata seolah habis.
Kalaupun bisa mengekspresikannya dalam tulisan, tulisannya mbulet, banyak kata "lalu",
"kemudian", "daripada itu", "setelah itu", dan sebagainya. Pokoknya gak enak dibaca.
Setiadaknya inilah problem yang pernah disampaikan oleh Eka 'eriyan' Aristiyani. "Kesulitan menuangkan ide dalam kata-kata. Saya sering tidak puas dengan hasil tulisan saya. Merasa tidak sesuai dengan angan-angan di kepala. -Ketika sedang menulis, tiba-tiba ide hilang." katanya.
Helmi Riyadi Diningrat jga mengalami hal serupa. "Kesulitan untuk merangakai kata2 agat terlihat indah dan menarik untuk dibaca.. ." kata Helmi yang masih berstatus pelajar.
Solusinya, seseorang yang sudah mengazzamkan diri untuk ingin menjadi seorang penulis, apapun profesinya (dokter, buruh, guru, PNS, petani, pengusaha, dls), dia harus terus melatih kepekaan terhadap kata-kata. Setiap hari kita melihat langit, merasakan angin yg bertiup sepoi, melihat rembulan, dedaunan yg tertiup angin, dan sebagainya, namun belum tentu kita dapat mengungkapkannya sebagus-bagusnya ke dalam tulisan.
Penulis yang kaya kosakata dan peka terhadapnya akan piawai mengungkapkan apapun ke dalam kalimat yang diinginkan.
Karena itu, sering membaca kamus bahasa Indonesia (KBBI) mutlak diperlukan bagi seorang penulis. Banyak kosa kata bagus yang tak terpikirkan oleh kita sebelumnya, namun sangat indah bila kita manfaatkan untuk mengungkapkan ide kita ke dalam tulisan.
Menulis setiap hari juga akan membantu. Ibarat atlet lari yang perlu joging harian, penulis juga begitu. Perlu menulis setiap hari untuk melemaskan "otot-otot" menulisnya. Kalau sudah terbiasa, menulis itu akan terasa indah dan menyenangkan. Kelak engkau akan bangga berkata, "Writing is not my hobby. It's a part of my lifestyle". Selamat berkarya! Semoga bermanfaat...
Solusinya, seseorang yang sudah mengazzamkan diri untuk ingin menjadi seorang penulis, apapun profesinya (dokter, buruh, guru, PNS, petani, pengusaha, dls), dia harus terus melatih kepekaan terhadap kata-kata. Setiap hari kita melihat langit, merasakan angin yg bertiup sepoi, melihat rembulan, dedaunan yg tertiup angin, dan sebagainya, namun belum tentu kita dapat mengungkapkannya sebagus-bagusnya ke dalam tulisan.
Penulis yang kaya kosakata dan peka terhadapnya akan piawai mengungkapkan apapun ke dalam kalimat yang diinginkan.
Karena itu, sering membaca kamus bahasa Indonesia (KBBI) mutlak diperlukan bagi seorang penulis. Banyak kosa kata bagus yang tak terpikirkan oleh kita sebelumnya, namun sangat indah bila kita manfaatkan untuk mengungkapkan ide kita ke dalam tulisan.
Menulis setiap hari juga akan membantu. Ibarat atlet lari yang perlu joging harian, penulis juga begitu. Perlu menulis setiap hari untuk melemaskan "otot-otot" menulisnya. Kalau sudah terbiasa, menulis itu akan terasa indah dan menyenangkan. Kelak engkau akan bangga berkata, "Writing is not my hobby. It's a part of my lifestyle". Selamat berkarya! Semoga bermanfaat...
.jpg)
