Jumat, 18 Januari 2013

MELATIH KEPEKAAN TERHADAP KATA-KATA.

 Kata-kata adalah senjata utama seorang penulis. Kalo penulis miskin kata-kata, ia kehilangan daya "kesaktian"-nya. Itulah yg sering terjadi pada penulis pemula yang kebingungan mengungkapkan ide yang sudah ada di kepalanya ke dalam tulisan. Sudah punya ide, sudah punya gambaran yang ingin di sampaikan dalam otaknya, tapi saat ingin diekpresikan dalam tulisan, ia mengalami kesulitan. Kalaupun bisa, baru satu paragraf sudah serasa mentok. Kata-kata seolah habis.


Kalaupun bisa mengekspresikannya dalam tulisan, tulisannya mbulet, banyak kata "lalu",

 "kemudian", "daripada itu", "setelah itu", dan sebagainya. Pokoknya gak enak dibaca. 

Setiadaknya inilah problem yang pernah disampaikan oleh Eka 'eriyan' Aristiyani. "Kesulitan menuangkan ide dalam kata-kata. Saya sering tidak puas dengan hasil tulisan saya. Merasa tidak sesuai dengan angan-angan di kepala. -Ketika sedang menulis, tiba-tiba ide hilang." katanya.

Helmi Riyadi Diningrat jga mengalami hal serupa. "Kesulitan untuk merangakai kata2 agat terlihat indah dan menarik untuk dibaca.. ." kata Helmi yang masih berstatus pelajar.


Solusinya, seseorang yang sudah mengazzamkan diri untuk ingin menjadi seorang penulis, apapun profesinya (dokter, buruh, guru, PNS, petani, pengusaha, dls), dia harus terus melatih kepekaan terhadap kata-kata. Setiap hari kita melihat langit, merasakan angin yg bertiup sepoi, melihat rembulan, dedaunan yg tertiup angin, dan sebagainya, namun belum tentu kita dapat mengungkapkannya sebagus-bagusnya ke dalam tulisan.



Penulis yang kaya kosakata dan peka terhadapnya akan piawai mengungkapkan apapun ke dalam kalimat yang diinginkan. 



Karena itu, sering membaca kamus bahasa Indonesia (KBBI) mutlak diperlukan bagi seorang penulis. Banyak kosa kata bagus yang tak terpikirkan oleh kita sebelumnya, namun sangat indah bila kita manfaatkan untuk mengungkapkan ide kita ke dalam tulisan. 



Menulis setiap hari juga akan membantu. Ibarat atlet lari yang perlu joging harian, penulis juga begitu. Perlu menulis setiap hari untuk melemaskan "otot-otot" menulisnya. Kalau sudah terbiasa, menulis itu akan terasa indah dan menyenangkan. Kelak engkau akan bangga berkata, "Writing is not my hobby. It's a part of my lifestyle". Selamat berkarya! Semoga bermanfaat...

Minggu, 13 Januari 2013

Wanita yang cantik dan Cerdas



Setiap wanita adalah cantik. Dia terlahir indah dan telah menjadi fitrahnya untuk mencintai keindahan. Wanitapun juga suka melakukan banyak hal agar pesona kecantikannya semakin terpancar. Namun tahukah kita jika betapapun tingginya nilai kecantikan itu, tetap akan terasa hambar jika sebuah kecerdasan tidak diusahakan untuk dimilikinya.


Ketika seorang wanita tidak cerdas mendidik hatinya, maka siapapun pasti akan tahu bahwa tiada lagi kecantikan akhlak atasnya.

Ketika wanita tidak cerdas dalam berinteraksi dengan sesamanya, maka kecantikan tentang jati dirinya seakan diragukan oleh makhluk disekelilingnya. 

Ketika kecerdasan itu tidak dia hadirkan dalam caranya berdialog atau berbicara, maka kecantikan juga dengan mudah lenyap dari dirinya, yang kemudian berganti dengan julukan penggosip dan atau perempuan kasar. 

Ketika kecerdasan juga tidak ada dalam caranya berperilaku dalam kesehariannya, maka tidak akan ada pula kecantikan yang terpancar atas predikatnya sebagai seorang wanita.

Sungguh, Kecerdasan tak hanya melulu dilihat dari kuatnya daya ingatnya atas sesuatu, atau hanya tercetak dalam lembaran catatan akademis, tapi lebih pada kesadaran wanita itu sendiri untuk menampilkan dirinya sebagai wanita dengan segenap nalurinya yang memang indah dan pantas untuk dihormati.

Begitupun halnya dengan sebuah kecantikan. Kecantikan yang utama tidaklah hanya terbatas pada bagaimana caranya seorang wanita memoles muka, menuturkan bahasa dan atau menempatkan diri dalam pergaulannya. Namun kecantikan yang sesungguhnya terletak dalam cerdasnya dia menjaga diri dan kehormatannya. Yaitu, ketika seorang wanita cerdas dalam menata dirinya sesuai dengan aturan Allah subhanahu wata'ala.

Jika hal tersebut dipenuhinya, maka kecantikan yang ada padanya tidak akan menjadi santapan liar laki- laki yang hanya melihat wanita tersebut dengan nafsu. Atau dengan kata lain wanita tersebut tidak akan hanya dibutuhkan oleh lelaki sebagai obyek yang hanya dilihat, dipikat, disikat, lalu ditinggal minggat, tetapi benar benar punya kelas dan partner handal untuk diajak berdebat. 

Jadi, kecantikan dan kecerdasan bukanlah dua sisi yang harus dipilih namun harus digabungkan. Hal ini karena jika dua pesona itu bergabung dalam diri wanita, tentu saja hal itu akan menjadikan makhluk indah bernama wanita, terlihat semakin indah. 

Memang, di dunia ini tidak ada kata sempurna, pun demikian halnya dengan kepemilikan sebuah kecerdasan dan keindahan dalam diri wanita. Namun percayalah, bahwa wanita yang mengusahakan agar kecerdasan dan kecantikan itu selalu ada dalam dirinya, tentu saja akan memiliki nilai lebih, dan akan nyaris mendekati sempurna.

Selanjutnya, wanita seperti ini tentunya juga akan lebih mudah dipilih oleh laki- laki yang sholeh dari pada mereka yang hanya terlihat sibuk untuk tampil indah dengan rangkaian perhiasan bling bling di tubuhnya saja.

Sabtu, 12 Januari 2013

Yang perlu kamu Tau...

Seseorang yang mencintai kamu....
Tidak bisa memberi alasan, mengapa ia mencintaimu...
Dia hanya tahu, di mata dia, kamulah satu - satu nya...

Seseorang yang mencintai kamu....

Sebenarnya selalu membuatmu marah, gila, jengkel, stress...
Tapi ia tidak pernah tahu hal bodoh apa yang sudah ia lakukan, karena semua yang ia lakukan adalah untuk kebaikanmu...

Seseorang yang mencintai kamu....
Jarang memujimu...
Tetapi di dalam hatinya, kamu adalah yang terbaik...
Hanya itu yang ia tahu...

Seseorang yang mencintai kamu....
Akan marah atau mengeluh, jika kamu tidak membalas pesannya atau teleponnya...
Karena ia peduli, dan tidak ingin sesuatu terjadi padamu...

Seseorang yang mencintai kamu....
Hanya menjatuhkan air matanya di hadapanmu...
Dan, ketika kamu mencoba menghapus air matanya, kamu telah menyentuh hatinya...
Di mana hatinya selalu berdegup, berdenyut, bergetar untukmu...

Seseorang yang mencintai kamu....
Akan mengingat setiap kata yang kamu ucapkan...
Yang sengaja terucap, atau bahkan yang tidak sengaja...
Dan ia akan selalu menggunakan kata - kata itu, tepat pada waktunya...

Seseorang yang mencintai kamu....
Tidak akan memberikan janji apapun dengan mudah...
Karena ia tidak mau mengingkari janjinya...
Ia ingin kamu untuk mempercayainya,
dan ia ingin memberikan hidup yang paling bahagia dan aman untuk selamanya...

Seseorang yang mencintai kamu....
Mungkin tidak bisa mengingat kejadian atau kesempatan istimewa,
seperti perayaan hari ulang tahunmu, atau yang lainnya...
Tapi ia tahu bahwa setiap detik yang ia lalui adalah saat di mana..........

Ia mencintai kamu, dan tidak peduli hari apakah ini...

Jumat, 11 Januari 2013

Bagian tersulit bukanlah melupakan masa lalu, 
Tetapi membangun kembali apa yang telah hancur di masa lalu..
Masalah apapun yang menimpamu,Jangan pernah menyerah..
Tunjukkan bahwa kamu cukup kuat untuk menyelesaikannya..
Kegagalan itu bukanlah disaat kamu terjatuh,
Tetapi disaat kamu menyerah dan berhenti berusaha untuk berdiri setelah terjatuh..

Hargailah Wanita

Seringkali wanita menangis kerana pria, entah kerana dikecewakan oleh sikapnya atau dilukai dengan perkataannya, bahkan ditinggalkan.

Ada sebuah renungan yang mungkin sangat berarti untuk dibagikan pada seluruh sahabat agar lebih menghormati dan menghargai wanita.

Suatu hari, seorang suami berdoa dalam keadaan marah dan emosi. Ia sebal pada pasangannya yang seringkali menangis dan memanfaatkan air mata disetiap perdebatannya.
Ia bosan. Sungguh bosan.
Tak mau terlibat dalam emosi yang negatif, ia pun sujud dan berdoa, meminta pertolongan pada ALLAH.
" Ya Allah, mengapa sih wanita sering menangis? Aku bosan dan jenuh melihat dan mendengarnya," keluh pria itu.

Jawab ALLAH kepadanya:

" Kerana wanita itu unik. AKU menciptakannya tidak sama seperti kamu. Ia adalah makhluk yang istimewa.
KU kuatkan bahunya untuk menjaga anak-anakmu kelak.
KU lembutkan hatinya untuk memberimu rasa aman.
KU kuatkan rahimnya untuk menyimpan benih manusia.
KU teguhkan pribadinya untuk terus berjuang saat yang lain menyerah.

KU beri naluri untuk tetap menyayangi walau dikhianati dan disakiti oleh orang yang disayangi.
KU hembuskan kasih sayang agar ia bisa mencurahimu dengan perhatian.
KU buat matanya lentik karena ia akan menjadi jendela kedamaian.
KU buat senyumnya merekah seperti mahkota bunga untuk membuatmu tetap mengingat indahnya dunia.
KU buat tangannya terampil untuk menjagamu agar tak pernah kekurangan.

Tapi jika suatu saat ia menangis...
Itu kerana AKU memberikannya air mata untuk membasuh luka batin dan memberikan kekuatan yang baru. Sebab airmata bukanlah sebuah tanda kelemahan dan kekalahan."

Pria itupun tertegun sejenak. Diambilnya langkah bergegas, dipeluk dan diusapnya air mata dipipi orang yang dicintainya. "Aku akan membantumu menghapus luka batin itu..."

Renungan :)

Sekali-kali cobalah BERTERIMA KASIH kepada orang-orang yang telah menyusahkan kita karena sebenarnya mereka memang ''diutus'' oleh Sang Maha Ada tiada lain untuk MEMBANTU KITA.

Begitu Pula kepada kondisi yang menyusahkan, keadaan yang mencemaskan, ataupun pada situasi yang menyedihkan. Sesungguhnya semua itu tiada lain dikirimkan-Nya tiada lain demi MENYEMPURNAKAN DIRI KITA.

Pengemudi yang ugal-ugalan, orang yang jahat, orang yang sewenang-wenang adalah : Peluang untuk MEMBENTUK Kesabaran.

Kiriman yang Pas-pasan adalah, peluang untuk MENUMBUHKAN RASA SYUKUR.

Suasana yang Ribut dan Gaduh adalah, Peluang untuk MENUMBUHKAN KONSENTRASI.

Orang-orang yang TAK TAHU BERTERIMA KASIH adalah, Peluang untuk Menumbuhkan PERASAAN KASIH Tanpa Syarat.

Orang-orang yang MENYAKITI kita adalah, Peluang untuk MENUMBUHKAN Kualitas RELA MEMAAFKAN.

Selasa, 08 Januari 2013

Sekelumit Asa



Mungkin aku pernah merindukan sebuah kisah bahagia,
bahkan sepertinya aku juga pernah menanti harapan untuk menjadi bahagia
dan juga pernah merasa bahagia menjadi pemeran utama walau sebentar kurasa

Namun,
semua akan kembali menjadi kisah bisu yang tak berarti apa-apa...

tidak semua cerita menjanjikan kebahagiaan pada akhirnya, tak banyak kisah tragis dan memilukan menjadi akhir dari sebuah perjalanan panjang...
dan kebanyakan kisah akan selalu berulang dalam kehidupan...

seperti hari ini, 
saat matahari mulai tenggelam dibalik peraduan...
dan purnama enggan menyapa alam, tenggelam dalam tebalnya awan berwarna kelam...
menyisakan semburat kelabu dalam pekatnya malam...
kini, kekosongan mulai terasa menggerogoti ruang jiwa...
semakin tertatih dan terseok berjalan menapaki kehidupan...

disepanjang senja yang bening menghias cakrawala,
di tengah semburat pelangi yang kaku dan tak bernyawa
di antara mendung yang menggangtung dalam lengkungan
aku masih berharap...

berharap masih ada setitik asa untuk bangkit dari keterpurukan...
berharap masih bertemu dengan sepercik harapan untuk penyangga kalbu yang mulai kering kerontang...
berharap masih ada sebuah pertolongan Tuhan untuk menyongsong hari yang kian mendung dan hujan...

Aku tau tak selamanya duka akan bersemayam, 
namun kian hari badai duka ini tak kunjung reda dan menghilang
deru angin semakin kencang dan awan mendung enggan pergi meninggalkan ruang kehampaan

aku tau tak ada gunanya meratap,
namun aku benci bila akhirnya harus aku kembali yang tersalahkan...

Biarlah...
toh kehidupan tetap akan berjalan, tak peduli seberapa dasyat badai menerpa dan menghantam
bumi akan terus berputar, tanpa harus terusik oleh sebuah gempa dan tsunami sekalipun...

- I Believe -

Setelah kufikir-fikir, menunggu itu ternyata melelahkan. Aku lebih suka mengejar dan terus berjuang hingga aku merasa tak mampu dan tak sanggup menggapai itu, aripada harus duduk termanggu menanti dan menunggu tanpa kejelasan. Hanya terdiam membisu dengan dada yang bergolak dan bergemuruh sesak.


Berulang kali fikiran rasionalku memperingatkanku untuk menghentikan semua kekonyolan ini, namun lagi-lagi, sisi melankolis ini selalu mampu mengalahkan alasan sebaik apapun. 


Yahh..
Sulit memang, namun ini adalah tantangan yang harus kutaklukkan. Tak mampu menang dari diri sendiri. Ironis memang. Namun ini awal yang baik untuk sebuah perubahan.

Seorang sahabat mengatakan, "Sesungguhnya kau memiliki potensi yang besar, kau hanya perlu mengarahkannya"

Awalnya aku tidak percaya. 
Bagaimana mungkin semua ini bisa menjadi potensi?

Namun sebuah kejadian kecil dari Tuhan, memberikan aku sebuah pelajaran...
Bahwa semua kejadian, pasti ada tujuan... :)

Selagi aku masih bertahan, masih berjuang, masih berazzam...
Tidak akan ada aral melintang yang mampu menghadang perjalanan ini...
Aku percaya, Janji Allah itu pasti!!! :D

Minggu, 06 Januari 2013

'Lelah'

Hari yang melelahkan secara batiniah...
Walau hari ini tak ada agenda yang cukup padat, namun aku merasa letih...
Amat sangat letih dengan semua ini...

Masalah demi masalah seolah tak kuasa aku hadapi. Padahal aku tahu, aku mampu melewati ini. Namun batinku terlalu lemah untuk berani mengambil keputusan dan bangkit.
Sebuah masalah sederhana, ternyata mampu mengusik seluruh kebahagiaanku dan sebagian besar ketenangan hidupku...

Hidup memang penuh masalah, dan hampir semua bukanlah hal yang sulit untuk terlewati. Namun, jika memang sudah menyangkut 'hal ini', aku selalu saja berhenti dan ingin menyerah...
Ia benar-benar racun yang mematikan bagiku. Ia mampu mengubahku sosok yang berbeda jauh dan membuatku mampu melakukan hal besar yang terlampau jauh...

Potensi memang, namun betapa bahagianya aku jika potensi ini mampu kuarahkan menuju garis positif dan menjauhi kuadran negatif...

Hanya saja, aku belum mencoba melangkah...
Semoga, setelah hari ini berlalu, aku mampu meniti sebuah jalan indah menuju 'cahaya'-Mu ya Rabb...

Sabtu, 05 Januari 2013

Lelaki impianku....



lelaki yang selalu merindukan masjid dan dirindukan Tuhan...
lelaki yg mampu mengumandangkan adzan terakhir di pusara ayah dan ibunya...
lelaki yang mampu tersenyum di saat terpahitnya...
lelaki yang tak pernah melupaka penciptanya saat suka maupun duka...
lelakiyang setia kepada junjungannya,,,
dan lelaki yang istiqomah pada jalan yang ditempuhnya...
di sirotulmustaqim...

Bissmillah... ^^

Terima kasih untuk rasa sakit ini...
Aku belajar menghargai diriku sendiri...
Membuka fikiranku bahwa ada yang lebih berarti selama ini yang mulai terbaikan...
Menjadikan aku lebih sabar dan ikhlas bahwa tak semua impian dan harapan itu baik untuk terkabulkan... :')

Titian jejakku...

Percayalah kawan.. 

Aku pernah merasakan apa yang kalian rasakan. Kegelisahan batin, pikiran yang tak tentu arah, bahkan pernah terlintas untuk menyudahi saja hidup ini *Naudzubillah.. Rasa apakah ini? Aku bagaikan seonggok daging tanpa "isi", darimanakah aku? Untuk apa aku hidup? Apa yang aku cari didunia ini? Kegelisahan" yang menyelimuti diri ini..Dengarkanlah kawan, aku pun pernah berdiri menantang badai besar dalam kehidupanku, sekali, dua kali.. Bahkan mungkin seringkali.. Aku melawan semua itu, sejak kedua kaki ini kuat berpijak, sampai aku dibuatnya bertekuk lutut untuk melawan..

Tersenyumlah kawan, karna langit yang biru itu akan segera datang dan langit yang gelap akan berlalu, berganti dengan hangatnya matahari..

Aku mencari "Nya" dengan tertatih, dengan mata yang melebam, jiwa yang penuh duka dan raga yang telah penuh luka.. Aku menangis, aku berserah, aku pasrahkan hidupku padaNya..
Dan "Dia"..... Telah menyentuh hatiku, mengobati segala perih yang aku rasakan, "Dia" tunjukkan bagaimana indahnya hidup ini. "Dia" berikan kehidupan baru padaku.

Ya Rabb-ku Terimakasih untuk semua pelajaran hidup yang telah aku terima... 
 Tanpa "Mu" aku tak-kan menjadi manusia baru yang lebih baik *Insyaallah :)