Sabtu, 18 Juli 2015

Luka di Atas Janji, Adalah Bukti Allah Menyayangiku

Luka di Atas Janji, Adalah Bukti Allah Menyayangiku

Kesinggahanmu di hidupku meninggalkan luka mendalam
Di saat aku tak pernah menginginkan pacaran.. kau datang,
Menyatakan cinta dan meyakinkanku bahwa kamu akan menjemputku.
Meminta padaku untuk menjauhi semua lelaki..
Menjanjikan kamu akan setia dan akulah hasil istikharahmu..
Kau nodai aku dengan hubungan tanpa status ini.
Luka di atas janji, itulah yang kurasakan saat kamu pergi.
Pergi mengabaikan semua janjimu, beralih ke sahabat masa lalu yang ternyata kamu cintai
Dengan tega, kamu membohongi dan menduakanku.
Semula aku marah, kecewa, tapi rasa itu tak bisa membuatku melupakanmu.
Tahukah kamu aku hampir bunuh diri?
Kau dekati aku, gadis yang tak pernah dekat dengan lelaki lainnya.
Janjimu palsu, rencana masa depan kita palsu, semuanya.
Apakah segala perhatian dan keprotektifanmu juga palsu?
Aku yang semula tak ingin mempunyai hubungan sebelum pernikahan..
Akhirnya terjerat dalam perhatian dan janjimu, keprotektifanmu membuatku yakin
Bahwa akulah masa depanmu.. kau bahkan mengajakku merancang masa depan kita.
Memintaku untuk menunggumu.
Tapi, perempuan dari masa lalumu kembali hadir dan membuatmu meninggalkanku.
Semula aku teramat sedih, teramat kecewa karena kamu dan dia menyakitiku.
Ternyata, aku hanya pelampiasanmu ketika dia pergi dahulu.
Bodoh, kuberikan segala waktuku, kasih sayangku, dan kepercayaanku padamu.
Kujual harga diriku dengan rasa palsu ini. Dan aku menyesal..
Jika aku bisa berteriak pada semua perempuan di dunia, aku ingin mengatakan “Jangan jatuh ke lubang yang sama denganku. Nikahi atau tinggalkan.”
Karena aku tak mau mereka merasakan bagaimana sakitnya dipermainkan.
Kepergianmu, sakit seperti terjatuh dari langit ke dalam jurang.
Namun, kuasa-Nya Allah, di jurang yang gelap pun cahaya-Nya masih bersinar.
Kepergianmu, meninggalkan luka, tapi itu bukti Allah menyayangiku.

Sungguh, aku mulai menyadari setiap perkataan Allah dalam firman-Nya ialah yang terbaik untuk kita.
Semula, sejak kejadian itu, aku merasa hina, amat hina karena pernah mempunyai hubungan spesial dengan bukan mahramku.
Semula, aku merasa benci pada semua laki-laki, aku berpikir semuanya sama saja.
Habis manis, sepah dibuang. Setelah dikejar-kejar, diselingkuhi. Atau, setelah dikejar-kejar ternyata hanya pelampiasan.

Namun, ada seseorang yang berkata, masa depan setiap orang selalu suci dan ketika kita menemukan orang yang telah tertulis di Lauh Mahfuz..  Maka rasa trauma itu akan hilang.
Ya, benar. Janji Allah selalu benar-benar pasti. “Dan janganlah kamu mendekati zina.”
Maka, bukankah jodoh telah tertulis? Mengapa berusaha mendahului takdir dengan menetapkan “ini jodohku!”?
Maka, bukankah jodoh adalah cerminan diri? Mengapa tak memantaskan diri agar mendapat jodoh yang pasti? Pasti baiknya, pasti ridho-Nya.

Teruntuk, para perempuan yang sedang kasmaran.. doakan dia dalam sujudmu. Tapi, aturlah rasamu. Berhati-hatilah dengan hati.
Teruntuk, para perempuan yang sedang pacaran.. masih maukah kamu dipermainkan? Jadi, tinggalkan dia.
Teruntuk, para perempuan yang sedang di’tag’.. ayolah, akulah saksi nyata ketidakbenaran pen’tag’an itu.. Jadi, tinggalkan dia.
Karena.. sebaik-baiknya janji adalah ijab kabul..
Karena.. sebaik-baiknya lelaki adalah ia yang menghalalkanmu dengan cara yang diridhoi-Nya
Percayalah padaku, aku menyayangi kalian,
Janganlah kita terlalu mudah terenyuh dengan perkataan para lelaki.
Lelaki yang baik, takkan mengajakmu pacaran. Pacaran adalah tanda ketidakseriusan.
Lelaki yang baik, takkan men’tag’mu. Ia bahkan tak tahu sampai kapan ia hidup, mengapa berjanji yang tak pasti? Ia bahkan tak tahu apakah rasanya akan ada selamanya.. karena rasa mudah terbolak-balik.
Kita memang tidak bisa tahu dengan siapa kita jatuh cinta, tapi, tentu kita tahu siapa yang pantas kita tunggu.. ya kan?
Hubungan antara laki-laki dan perempuan itu mudah.
Hanya satu: halalkan atau tinggalkan.
Semoga Allah selalu menjaga hati kita

Dari: seorang wanita yang sedang berubah dan belajar dari kesalahan

Sumber Dakwah Islam LINE @akun